alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Pencairan Dana Desa Tahap I Tuntas

NUNUKAN – Pencairan dana desa (dandes) tahap I tuntas dilakukan. Dari 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan, 100 persen desa sudah melakukan pencairan dandes.
Itu dipastikan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Pudaaslikar kepada Radar Tarakan.

Dirinya menerangkan, setelah diberikan batas waktu, kini semua desa telah mengajukan pencairan dana desa tahap I. Selanjutnya, proses pencairan tahap II sedang berjalan.

“Ya, sampai saat ini, dandes tahap I 100 persen sudah cair. Sekarang sudah masuk tahap II dan baru sebagian kecil desa yang baru mengajukan pencairan tahap II,” ungkap Helmi.

Helmi menjelaskan, saat ini pihaknya terus memperingati para kepala desa (kades) agar segera menyelesaikan tanggung jawab sebelum mengajukan pencairan tahap II. Dimana, kades harus menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana desa tahap I.

LPj haruslah diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat pencairan tahap II. LPj berupa realisasi penggunaan dana desa tahap I. Utamanya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dipastikan semuanya sudah tersalur, jika sudah rampung pengusulan pencairan tahap II, baru bisa dilakukan.

Baca Juga :  Soft Launching TTE, Bupati Harapkan OPD Melek Teknologi1

Apalagi, batas waktu pencairan tahap II dana desa berlangsung hingga Agustus 2022 mendatang, sehingga yang telah menyelesaikan tahap I, dapat mengajukan tahap II.

“Kita terus ingatkan kades dan camat agar segera mengajukan, karena 22 April lalu, SE Bupati Nunukan sudah ada untuk pengajuan tahap II. “Di pengajuan tahap II, sudah ada belasan desa yang mengajukan,” tambah Helmi.

Helmi juga mengungkapkan, ada beberapa desa yang terdampak banjir di beberapa kecamatan, dan untuk penanganan dampak bencana banjir seperti yang baru-baru ini terjadi, dari dana desa tentunya dapat digunakan, bahkan selain penanganan bencana, dandes juga dapat digunakan untuk pencegahan bencana.

“Ya, sepanjang itu diatur dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) Penanggulangan dan pencegahan bencana dapat digunakan. Kembali ke desa masing-masing,” beber Helmi.

Sementara itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menambahkan, sejumlah desa di Kecamatan Lumbis Pansiangan, membuktikan penggunaan dandes bisa membangun desanya menjadi desa wisata.

Baca Juga :  Restrukturisasi Kian Landai, BRI Optimistis Ekonomi Mulai Pulih

Seperti Desa Sumantobol, yang dirinya tetapkan melalui SK Bupati Nunukan, sebagai Desa Wisata. Dan bersama 13 desa lainnya bekerjasama menggunakan Dandes untuk membangung dengan dibuktikan hadirnya wisata di Lumbis Pansiangan.

“Memang harus diapresiasi, bersama 13 desa bekerjasama menggunakan dana desa, sangat tepat sasaran,” tambah Hj. Laura.
Dirinya mengaku, itu tidak terlepas dari peran Camat Lumbis Pansiangan sendiri, yakni Lumbis. Menurut Hj. Laura, terjadi perubahan yang signifikan di Lumbis Pansiangan sejak dua tahun terakhir setelah Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis ditugaskan.
“Pak Lumbis saya tugaskan khusus, karena beliau merupakan putra daerah asli, jadi saya berpikir saya tidak salah pilih dan saya yakin sosok yang tepat untuk memimpin Kecamatan Lumbis Pansiangan dan tahu persis daerahnya. Kita berbangga hari ini beliau dapat membuktikan kinerjanya,” katanya dengan bangga. (raw/adv/har)

NUNUKAN – Pencairan dana desa (dandes) tahap I tuntas dilakukan. Dari 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan, 100 persen desa sudah melakukan pencairan dandes.
Itu dipastikan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Pudaaslikar kepada Radar Tarakan.

Dirinya menerangkan, setelah diberikan batas waktu, kini semua desa telah mengajukan pencairan dana desa tahap I. Selanjutnya, proses pencairan tahap II sedang berjalan.

“Ya, sampai saat ini, dandes tahap I 100 persen sudah cair. Sekarang sudah masuk tahap II dan baru sebagian kecil desa yang baru mengajukan pencairan tahap II,” ungkap Helmi.

Helmi menjelaskan, saat ini pihaknya terus memperingati para kepala desa (kades) agar segera menyelesaikan tanggung jawab sebelum mengajukan pencairan tahap II. Dimana, kades harus menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana desa tahap I.

LPj haruslah diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat pencairan tahap II. LPj berupa realisasi penggunaan dana desa tahap I. Utamanya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dipastikan semuanya sudah tersalur, jika sudah rampung pengusulan pencairan tahap II, baru bisa dilakukan.

Baca Juga :  Wali Kota Tarakan Awali Pembangunan Kampus 2 MTs Negeri Tarakan

Apalagi, batas waktu pencairan tahap II dana desa berlangsung hingga Agustus 2022 mendatang, sehingga yang telah menyelesaikan tahap I, dapat mengajukan tahap II.

“Kita terus ingatkan kades dan camat agar segera mengajukan, karena 22 April lalu, SE Bupati Nunukan sudah ada untuk pengajuan tahap II. “Di pengajuan tahap II, sudah ada belasan desa yang mengajukan,” tambah Helmi.

Helmi juga mengungkapkan, ada beberapa desa yang terdampak banjir di beberapa kecamatan, dan untuk penanganan dampak bencana banjir seperti yang baru-baru ini terjadi, dari dana desa tentunya dapat digunakan, bahkan selain penanganan bencana, dandes juga dapat digunakan untuk pencegahan bencana.

“Ya, sepanjang itu diatur dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) Penanggulangan dan pencegahan bencana dapat digunakan. Kembali ke desa masing-masing,” beber Helmi.

Sementara itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menambahkan, sejumlah desa di Kecamatan Lumbis Pansiangan, membuktikan penggunaan dandes bisa membangun desanya menjadi desa wisata.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Wirausaha, BRI Gelar BRIncubator Goes to Campus

Seperti Desa Sumantobol, yang dirinya tetapkan melalui SK Bupati Nunukan, sebagai Desa Wisata. Dan bersama 13 desa lainnya bekerjasama menggunakan Dandes untuk membangung dengan dibuktikan hadirnya wisata di Lumbis Pansiangan.

“Memang harus diapresiasi, bersama 13 desa bekerjasama menggunakan dana desa, sangat tepat sasaran,” tambah Hj. Laura.
Dirinya mengaku, itu tidak terlepas dari peran Camat Lumbis Pansiangan sendiri, yakni Lumbis. Menurut Hj. Laura, terjadi perubahan yang signifikan di Lumbis Pansiangan sejak dua tahun terakhir setelah Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis ditugaskan.
“Pak Lumbis saya tugaskan khusus, karena beliau merupakan putra daerah asli, jadi saya berpikir saya tidak salah pilih dan saya yakin sosok yang tepat untuk memimpin Kecamatan Lumbis Pansiangan dan tahu persis daerahnya. Kita berbangga hari ini beliau dapat membuktikan kinerjanya,” katanya dengan bangga. (raw/adv/har)

Most Read

Desa Menghidupkan Indonesia

Tarif Rapid Test di Kaltara Turun

Sampah Semesta Kurang Maksimal

Oke-Bais Pengin Ganjil

Artikel Terbaru

/