alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Optimistis Lampaui Target PAD Lewat Pemanfaatan Fasilitas Olahraga

NUNUKAN – Tidak hanya dari sektor wisata saja, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bersumber dari pemanfaatan fasilitas olahraga yang diterapkan Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan.

Itu dipastikan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, H. Junaidi. Dirinya bahkan mengaku optimistis bisa melampaui target sesungguhnya atas target dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

“Ya, ini sebenarnya perdana tahun ini, kita (Disbudporpar) ditarget Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan PAD-nya setahun 24 juta, kita sudah di angka 20-an juta, nah tahun ini masih panjang, jadi kita optimistis bisa lampaui target,” ujar H. Junaidi kepada Radar Tarakan.

Belum lagi, dari tempat tempat wisata, retribusinya juga memberikan dampak baik bagi PAD, menimbang kasus Covid-19 sudah semakin melandai, memberikan ruang masyarakat untuk lebih banyak mengakses kembali ke tempat tempat wisata di Nunukan.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran jadi Atensi Gubernur

Terlebih di bidang olahraga, retribusi penggunaan indoor di Gedung Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan Selatan dan penggunaan Stadion Sepakbola Sungai Bilal Nunukan Barat, juga diklaim memberikan dampak besar bagi PAD di Nunukan.

Bahkan Bupati Nunukan sendiri, Hj. Asmin Laura Hafid pun dipastikan membayar retribusi penggunaan Stadion Sepakbola Sungai Bilal, dalam event sepak bola Amanah Cup.

“Nah, bupati saja membayar penggunaan fasilitas olahraga, itu harusnya menjadi role model, artinya beliau sebagai bupati sekalipun, tetap ikut aturan, secara tidak langsung mengimbau masyarakat untuk taat aturan, membayar retribusi untuk PAD sendiri, tidak minta pengecualian atau tidak ada istilah fasilitas istimewa misalnya dipinjamkan secara gratis,” tambah H. Junaidi.

Baca Juga :  Tahun Ini, Kuota Haji Nunukan Hanya 52 Orang, Akhir Juni Dipastikan Berangkat

Perlunya pemeliharaan pada fasilitas olahraga, juga menjadi faktor pungutan retribusi terhadap penggunaan fasilitas olahraga yang diterapkan tahun 2022 ini. Setelah pemeliharaan, fasilitas olahraga tersebut dipastikan terus berfungsi sebagaimana mestinya.

“Apalagi sekarang keadaan kemampuan daerah kita, sedang tidak baik, itulah salah satu siasat kita dengan kolaborasi dengan pihak swasta, masyarakat dan pemerintah daerah, supaya fasilitas-fasilitas masih bisa bermanfaat hingga jangka panjang,” beber H. Junaidi. (raw/adv/har)

NUNUKAN – Tidak hanya dari sektor wisata saja, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bersumber dari pemanfaatan fasilitas olahraga yang diterapkan Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan.

Itu dipastikan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, H. Junaidi. Dirinya bahkan mengaku optimistis bisa melampaui target sesungguhnya atas target dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

“Ya, ini sebenarnya perdana tahun ini, kita (Disbudporpar) ditarget Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan PAD-nya setahun 24 juta, kita sudah di angka 20-an juta, nah tahun ini masih panjang, jadi kita optimistis bisa lampaui target,” ujar H. Junaidi kepada Radar Tarakan.

Belum lagi, dari tempat tempat wisata, retribusinya juga memberikan dampak baik bagi PAD, menimbang kasus Covid-19 sudah semakin melandai, memberikan ruang masyarakat untuk lebih banyak mengakses kembali ke tempat tempat wisata di Nunukan.

Baca Juga :  Amanah Cup Digelar, Askab PSSI Nunukan Tak Dilibatkan

Terlebih di bidang olahraga, retribusi penggunaan indoor di Gedung Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan Selatan dan penggunaan Stadion Sepakbola Sungai Bilal Nunukan Barat, juga diklaim memberikan dampak besar bagi PAD di Nunukan.

Bahkan Bupati Nunukan sendiri, Hj. Asmin Laura Hafid pun dipastikan membayar retribusi penggunaan Stadion Sepakbola Sungai Bilal, dalam event sepak bola Amanah Cup.

“Nah, bupati saja membayar penggunaan fasilitas olahraga, itu harusnya menjadi role model, artinya beliau sebagai bupati sekalipun, tetap ikut aturan, secara tidak langsung mengimbau masyarakat untuk taat aturan, membayar retribusi untuk PAD sendiri, tidak minta pengecualian atau tidak ada istilah fasilitas istimewa misalnya dipinjamkan secara gratis,” tambah H. Junaidi.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan SDM Melalui Nunukan Cerdas

Perlunya pemeliharaan pada fasilitas olahraga, juga menjadi faktor pungutan retribusi terhadap penggunaan fasilitas olahraga yang diterapkan tahun 2022 ini. Setelah pemeliharaan, fasilitas olahraga tersebut dipastikan terus berfungsi sebagaimana mestinya.

“Apalagi sekarang keadaan kemampuan daerah kita, sedang tidak baik, itulah salah satu siasat kita dengan kolaborasi dengan pihak swasta, masyarakat dan pemerintah daerah, supaya fasilitas-fasilitas masih bisa bermanfaat hingga jangka panjang,” beber H. Junaidi. (raw/adv/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/