alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Pencairan Dana Desa Tahap I Tuntas

NUNUKAN – Pencairan dana desa (dandes) tahap I tuntas dilakukan. Dari 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan, 100 persen desa sudah melakukan pencairan dandes.

Itu dipastikan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Pudaaslikar kepada Radar Tarakan. Dirinya menerangkan, setelah diberikan batas waktu, kini semua desa telah mengajukan pencairan dana desa tahap I. Selanjutnya, proses pencairan tahap II sedang berjalan.

“Ya, sampai saat ini, dandes tahap I 100 persen sudah cair. Sekarang sudah masuk tahap II dan baru sebagian kecil desa yang baru mengajukan  pencairan tahap II,” ungkap Helmi.

Helmi menjelaskan, saat ini pihaknya terus memperingati para kepala desa (kades) agar segera menyelesaikan tanggung jawab sebelum mengajukan pencairan tahap II. Dimana, kades harus menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana desa tahap I.

Baca Juga :  Fokus Keberpihakan Ekosistem Ultra Mikro, BRI Sediakan Funding Facility Kepada PNM

LPj haruslah diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat pencairan tahap II. LPj berupa realisasi penggunaan dana desa tahap I. Utamanya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dipastikan semuanya sudah tersalur, jika sudah rampung pengusulan pencairan tahap II, baru bisa dilakukan.

Apalagi, batas waktu pencairan tahap II dana desa berlangsung hingga Agustus 2022 mendatang, sehingga yang telah menyelesaikan tahap I, dapat mengajukan tahap II.

“Kita terus ingatkan kades dan camat agar segera mengajukan, karena 22 April lalu, SE Bupati Nunukan sudah ada untuk pengajuan tahap II. “Di pengajuan tahap II, sudah ada belasan desa yang mengajukan,” tambah Helmi.

Helmi juga mengungkapkan, ada beberapa desa yang terdampak banjir di beberapa kecamatan, dan untuk penanganan dampak bencana banjir seperti yang baru-baru ini terjadi, dari dana desa tentunya dapat digunakan, bahkan selain penanganan bencana, dandes juga dapat digunakan untuk pencegahan bencana.

Baca Juga :  Luncurkan Localoka, BRI hadirkan Fresh Market UMKM Binaan & Klaster Usaha 

“Ya, sepanjang itu diatur dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) Penanggulangan dan pencegahan bencana dapat digunakan. Kembali ke desa masing-masing,” beber Helmi.

NUNUKAN – Pencairan dana desa (dandes) tahap I tuntas dilakukan. Dari 232 desa yang tersebar di 21 kecamatan Nunukan, 100 persen desa sudah melakukan pencairan dandes.

Itu dipastikan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Nunukan, Helmi Pudaaslikar kepada Radar Tarakan. Dirinya menerangkan, setelah diberikan batas waktu, kini semua desa telah mengajukan pencairan dana desa tahap I. Selanjutnya, proses pencairan tahap II sedang berjalan.

“Ya, sampai saat ini, dandes tahap I 100 persen sudah cair. Sekarang sudah masuk tahap II dan baru sebagian kecil desa yang baru mengajukan  pencairan tahap II,” ungkap Helmi.

Helmi menjelaskan, saat ini pihaknya terus memperingati para kepala desa (kades) agar segera menyelesaikan tanggung jawab sebelum mengajukan pencairan tahap II. Dimana, kades harus menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana desa tahap I.

Baca Juga :  UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021: Mengusung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

LPj haruslah diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat pencairan tahap II. LPj berupa realisasi penggunaan dana desa tahap I. Utamanya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dipastikan semuanya sudah tersalur, jika sudah rampung pengusulan pencairan tahap II, baru bisa dilakukan.

Apalagi, batas waktu pencairan tahap II dana desa berlangsung hingga Agustus 2022 mendatang, sehingga yang telah menyelesaikan tahap I, dapat mengajukan tahap II.

“Kita terus ingatkan kades dan camat agar segera mengajukan, karena 22 April lalu, SE Bupati Nunukan sudah ada untuk pengajuan tahap II. “Di pengajuan tahap II, sudah ada belasan desa yang mengajukan,” tambah Helmi.

Helmi juga mengungkapkan, ada beberapa desa yang terdampak banjir di beberapa kecamatan, dan untuk penanganan dampak bencana banjir seperti yang baru-baru ini terjadi, dari dana desa tentunya dapat digunakan, bahkan selain penanganan bencana, dandes juga dapat digunakan untuk pencegahan bencana.

Baca Juga :  Astra Motor Kaltim 1 Berikan Tips Waspada Bahaya Blind Spot Saat Berkendara 

“Ya, sepanjang itu diatur dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) Penanggulangan dan pencegahan bencana dapat digunakan. Kembali ke desa masing-masing,” beber Helmi.

Most Read

Artikel Terbaru

/