alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Desa-desa Semakin Mandiri, Maju dan Berkembang

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nunukan optimistis setiap tahunnya, desa-desa di Nunukan menjadi semakin mandiri, maju dan berkembang.

Itu dibuktikan dengan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang menunjukkan angka membanggakan. Itu dipastikan Kepala DPMD Nunukan, Helmi Pudaaslikar. Dirinya mengaku, hasil IDM 2022 menunjukkan hasil yang baik, dimana status desa mandiri di Nunukan bertambah lagi menjadi sebanyak 11 desa dari yang sebelumnya 10 desa.

Kemudian, status desa maju dari yang sebelumnya hanya 10 desa, sekarang bertambah menjadi 17 desa. Sementara desa berkembang dari 42 desa saja, naik menjadi 82 desa berkembang. Selanjutnya desa tertinggal yang sebelumnya ada 161 desa, sekarang berkurang menjadi 120 desa, dan desa yang sangat tertinggal dari 6 desa, hanya tersisa 2 desa saja.

“Meski masih ada 2 desa status sangat tertinggal, kita optimis setiap tahunnya berkembang,” ujar Helmi kepada Radar Tarakan.

Helmi melanjutkan, dari data tersebut, tentu menjadi sebuah tren yang positif dan sangat perlu dijaga, sehingga kedepannya tidak ada lagi desa di Nunukan yang masih mendapat predikat desa sangat tertinggal dan tertinggal.

Baca Juga :  Pencairan Dana Desa Tahap I Tuntas

“Maka ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita sudah lakukan rakor untuk hasil rekomendasi dapat ditindaklanjuti masing-masing OPD kemudian melaksanakan kolaborasi pentahelix mulai dari antar kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, media massa, serta masyarakat,” harapnya.

Apalagi, penetapan IDM setiap desa berdasarkan Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Tentu Helmi punya harapan besar kepada OPD-OPD yang terlibat langsung.

“OPD yang berkaitan, dapat menggali informasi terkait dengan rekomendasi pembangunan berdasarkan IDM. Diharapkan semuanya memiliki komitmen yang sama untuk bersama sama memajukan dan membangun desa,” harapnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Nunukan, Serfianus menyampaikan, verifikasi IDM merupakan kegiatan sangat penting dalam strategis upaya mewujudkan visi ‘Desa Membangun Indonesia’ dimana desa bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya dan mandiri secara ekonomi.

Kemudian, pemerintah daerah melaksanakan pengelolaan pembangunan di desa agar dapat lebih baik dengan hasil yang terukur melalui IDM. Pelaksanaan IDM dimulai sejak Maret hingga Juni. Upaya ini melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga di tingkat pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Penuhi Penunjang Fasilitas dan Akses Pendidikan Melalui Jaringan Internet

“Kita semua melakukan verifikasi data tersebut, hal ini kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan hasil data yang valid. Sehingga, data tersebut dapat kita pergunakan sebagai salah satu acuan pendukung pembangunan daerah, tentunya itu sejalan dengan tujuan pelaksanaan IDM,” tambah Serfianus. (raw/adv/har)

GRAFIS STATUS DESA DI NUNUKAN SETELAH PEMUTAKHIRAN DATA INDEKS DESA MEMBANGUN TAHUN 2022

STATUS DESA                                     2021                       2022

MANDIRI                                             10                           11

MAJU                                                  10                           17

BERKEMBANG                                    45                           82

TERTINGGAL                                      161                         120

SANGAT TERTINGGAL                         6                              2

SUMBER: DPMD NUNUKAN.

 

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nunukan optimistis setiap tahunnya, desa-desa di Nunukan menjadi semakin mandiri, maju dan berkembang.

Itu dibuktikan dengan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang menunjukkan angka membanggakan. Itu dipastikan Kepala DPMD Nunukan, Helmi Pudaaslikar. Dirinya mengaku, hasil IDM 2022 menunjukkan hasil yang baik, dimana status desa mandiri di Nunukan bertambah lagi menjadi sebanyak 11 desa dari yang sebelumnya 10 desa.

Kemudian, status desa maju dari yang sebelumnya hanya 10 desa, sekarang bertambah menjadi 17 desa. Sementara desa berkembang dari 42 desa saja, naik menjadi 82 desa berkembang. Selanjutnya desa tertinggal yang sebelumnya ada 161 desa, sekarang berkurang menjadi 120 desa, dan desa yang sangat tertinggal dari 6 desa, hanya tersisa 2 desa saja.

“Meski masih ada 2 desa status sangat tertinggal, kita optimis setiap tahunnya berkembang,” ujar Helmi kepada Radar Tarakan.

Helmi melanjutkan, dari data tersebut, tentu menjadi sebuah tren yang positif dan sangat perlu dijaga, sehingga kedepannya tidak ada lagi desa di Nunukan yang masih mendapat predikat desa sangat tertinggal dan tertinggal.

Baca Juga :  BRI Kerahkan Teras BRI Kapal untuk Sukseskan Vaksinasi di Kepulauan Maluku

“Maka ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita sudah lakukan rakor untuk hasil rekomendasi dapat ditindaklanjuti masing-masing OPD kemudian melaksanakan kolaborasi pentahelix mulai dari antar kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, media massa, serta masyarakat,” harapnya.

Apalagi, penetapan IDM setiap desa berdasarkan Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Tentu Helmi punya harapan besar kepada OPD-OPD yang terlibat langsung.

“OPD yang berkaitan, dapat menggali informasi terkait dengan rekomendasi pembangunan berdasarkan IDM. Diharapkan semuanya memiliki komitmen yang sama untuk bersama sama memajukan dan membangun desa,” harapnya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Nunukan, Serfianus menyampaikan, verifikasi IDM merupakan kegiatan sangat penting dalam strategis upaya mewujudkan visi ‘Desa Membangun Indonesia’ dimana desa bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya dan mandiri secara ekonomi.

Kemudian, pemerintah daerah melaksanakan pengelolaan pembangunan di desa agar dapat lebih baik dengan hasil yang terukur melalui IDM. Pelaksanaan IDM dimulai sejak Maret hingga Juni. Upaya ini melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga di tingkat pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Laura: Pacu IPM Melalui Pendidikan

“Kita semua melakukan verifikasi data tersebut, hal ini kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan hasil data yang valid. Sehingga, data tersebut dapat kita pergunakan sebagai salah satu acuan pendukung pembangunan daerah, tentunya itu sejalan dengan tujuan pelaksanaan IDM,” tambah Serfianus. (raw/adv/har)

GRAFIS STATUS DESA DI NUNUKAN SETELAH PEMUTAKHIRAN DATA INDEKS DESA MEMBANGUN TAHUN 2022

STATUS DESA                                     2021                       2022

MANDIRI                                             10                           11

MAJU                                                  10                           17

BERKEMBANG                                    45                           82

TERTINGGAL                                      161                         120

SANGAT TERTINGGAL                         6                              2

SUMBER: DPMD NUNUKAN.

 

Most Read

Artikel Terbaru

/