alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

DPRD Serap Aspirasi Masyarakat

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyampaian aspirasi masyarakat terhadap permasalahan jalan dan lingkungan di Malinau.

Pada pertemuan yang digelar di gedung DPRD Kaltara, Tanjung Selor, Senin (18/7), hadir Tim Peduli Wilayah Masyarakat Adat Sesungai Malinau dan sekitarnya, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Kaltara.

Ketua DPRD Kaltara, Albertus Stefanus Marianus yang memimpin rapat mengatakan, ada tiga poin inti yang dipertanyakan oleh Tim Peduli Wilayah Masyarakat Adat Sesungai Malinau dan sekitarnya pada pertemuan ini.

“Pertama itu soal jalan yang dilalui perusahaan. Kemudian persoalan dugaan pencemaran lingkungan. Ini (dugaan pencemaran lingkungan) teknis, jadi nanti kita libatkan teman-teman dari instansi teknis untuk melakukan tindak lanjut,” ujar Albertus kepada Radar Kaltara saat ditemui usai RDP tersebut.

Baca Juga :  Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi

Terakhir, yang berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan yang beraktivitas di wilayah itu.

Jadi tiga isu ini yang kemudian akan menjadi fokus utama untuk disikapi pada tindak lanjut tahapan berikutnya.

Adapun hasil dari RDP itu, terdapat empat poin yang disimpulkan oleh DPRD Kaltara.

Pertama DPRD Kaltara akan membentuk tim gabungan yang akan turun ke lapangan pada Rabu (20/7).

Kedua, DPRD Kaltara akan menunggu hasil dari tinjauan lapangan ini.

Berikutnya, terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang di Malinau Selatan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara dan hasilnya akan disampaikan ke DPRD Kaltara.

Terakhir, berkaitan dengan dampak kerusakan lingkungan harus ditindaklanjuti oleh Dinkes Kaltara.

Baca Juga :  Gubernur Lepas 121 Mahasiswa Penerima Beasiswa UPA dan Tiongkok

“Pastinya kita serius menyikapi aspirasi masyarakat ini. Setelah dari lapangan nanti kita akan lakukan tindak lanjut dengan mengundang pihak-pihak yang berkaitan. Yang jelas pada Rabu (besok) itu kita akan turun ke lapangan,” pungkasnya. (iwk/har)

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyampaian aspirasi masyarakat terhadap permasalahan jalan dan lingkungan di Malinau.

Pada pertemuan yang digelar di gedung DPRD Kaltara, Tanjung Selor, Senin (18/7), hadir Tim Peduli Wilayah Masyarakat Adat Sesungai Malinau dan sekitarnya, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Kaltara.

Ketua DPRD Kaltara, Albertus Stefanus Marianus yang memimpin rapat mengatakan, ada tiga poin inti yang dipertanyakan oleh Tim Peduli Wilayah Masyarakat Adat Sesungai Malinau dan sekitarnya pada pertemuan ini.

“Pertama itu soal jalan yang dilalui perusahaan. Kemudian persoalan dugaan pencemaran lingkungan. Ini (dugaan pencemaran lingkungan) teknis, jadi nanti kita libatkan teman-teman dari instansi teknis untuk melakukan tindak lanjut,” ujar Albertus kepada Radar Kaltara saat ditemui usai RDP tersebut.

Baca Juga :  Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah

Terakhir, yang berkaitan dengan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan yang beraktivitas di wilayah itu.

Jadi tiga isu ini yang kemudian akan menjadi fokus utama untuk disikapi pada tindak lanjut tahapan berikutnya.

Adapun hasil dari RDP itu, terdapat empat poin yang disimpulkan oleh DPRD Kaltara.

Pertama DPRD Kaltara akan membentuk tim gabungan yang akan turun ke lapangan pada Rabu (20/7).

Kedua, DPRD Kaltara akan menunggu hasil dari tinjauan lapangan ini.

Berikutnya, terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang di Malinau Selatan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara dan hasilnya akan disampaikan ke DPRD Kaltara.

Terakhir, berkaitan dengan dampak kerusakan lingkungan harus ditindaklanjuti oleh Dinkes Kaltara.

Baca Juga :  Iduladha, Pemkot Tarakan Salurkan Satu Ekor Sapi

“Pastinya kita serius menyikapi aspirasi masyarakat ini. Setelah dari lapangan nanti kita akan lakukan tindak lanjut dengan mengundang pihak-pihak yang berkaitan. Yang jelas pada Rabu (besok) itu kita akan turun ke lapangan,” pungkasnya. (iwk/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/