alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Bupati Respons Pembangunan Rumah Adat Tidung

TANA TIDUNG – Pemangku Adat Tidung yang ada di Kabupaten Tana Tidung bersilaturahmi ke Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, yang dilaksanakan di Ruang Wakil Bupati, Kamis (16/6).

Dalam silaturahmi tersebut, para pemangku adat Tidung meminta kepastian terkait pembangunan rumah adat.

Bupati Ibrahim Ali mengatatakan, kedatangan para orang tua pemangku dan pengurus-pengurus adat khsususnya di Kecamatan Sesayap Hilir tersebut bersilaturahim.

“Orang tua kita ini bersilaturahim kepada saya untuk menyampaikan ide dan gagasan mereka, salah satunya keprihatinan mereka kepada adat-istiadat yang ada di Tana Tidung ini,” kata Ibrahim Ali usai melakukan pertemuan bersama para pemangku dan ketua adat Tidung tersebut.

Dikatakannya, dalam pembicaraan tersebut juga ada masukan dan saran kepada pemerintah daerah agar komitmen dalam melestariakan adat dan istiadat Tidung Ulun Pagun yang ada di kabupaten ini.

Baca Juga :  Konsisten Dorong Sektor Pariwisata, BRI Raih 3 Penghargaan di Ajang Co-Branding Award 2021

“Insya Allah karena nanti ada kegitan kita dalam rangka melestarikan adat pada saat perhelatan, rencananya Irau yang insya Allah akan kita laksanakan pada bulan Oktober,” jelasnya.

Ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan nantinya, salah satunya rangkaian adat-istiadat Tidung Ulun Pagun dan Belusu yang ada di KTT.

Selain itu juga, ada program balai adat bahwa di tahun 2022-2024 pemerintah daerah akan membangun dua balai adat.

Yakni balai adat di Kecamatan Sesayap Hilir dan balai adat di Kecamatan Tana Lia.

“Itu anggarannya Rp 6 miliar yang menggunakan skema tahun jamak. Nah lahannya ini juga sudah tuntas. Inilah salah satu yang diminta oleh para pemangku adat tadi tentang kepastian balai adat tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Harga Sarang Walet Turun, Ini Kata Pengepul

Bupati memastikan saat ini sudah masuk lelang pengawasan dan setelah itu nanti akan dilelang fisiknya untuk pembangunan balai adat tersebut.

“Nantinya penggunaan balai adat untuk para ketua-ketua adat yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir, karena bangunan gedung yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir itu peruntukanya untuk balai adat kecamatan,” jelasnya. (rko/ash)

TANA TIDUNG – Pemangku Adat Tidung yang ada di Kabupaten Tana Tidung bersilaturahmi ke Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, yang dilaksanakan di Ruang Wakil Bupati, Kamis (16/6).

Dalam silaturahmi tersebut, para pemangku adat Tidung meminta kepastian terkait pembangunan rumah adat.

Bupati Ibrahim Ali mengatatakan, kedatangan para orang tua pemangku dan pengurus-pengurus adat khsususnya di Kecamatan Sesayap Hilir tersebut bersilaturahim.

“Orang tua kita ini bersilaturahim kepada saya untuk menyampaikan ide dan gagasan mereka, salah satunya keprihatinan mereka kepada adat-istiadat yang ada di Tana Tidung ini,” kata Ibrahim Ali usai melakukan pertemuan bersama para pemangku dan ketua adat Tidung tersebut.

Dikatakannya, dalam pembicaraan tersebut juga ada masukan dan saran kepada pemerintah daerah agar komitmen dalam melestariakan adat dan istiadat Tidung Ulun Pagun yang ada di kabupaten ini.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Rumah Sakit Siap Tangani Pasien

“Insya Allah karena nanti ada kegitan kita dalam rangka melestarikan adat pada saat perhelatan, rencananya Irau yang insya Allah akan kita laksanakan pada bulan Oktober,” jelasnya.

Ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan nantinya, salah satunya rangkaian adat-istiadat Tidung Ulun Pagun dan Belusu yang ada di KTT.

Selain itu juga, ada program balai adat bahwa di tahun 2022-2024 pemerintah daerah akan membangun dua balai adat.

Yakni balai adat di Kecamatan Sesayap Hilir dan balai adat di Kecamatan Tana Lia.

“Itu anggarannya Rp 6 miliar yang menggunakan skema tahun jamak. Nah lahannya ini juga sudah tuntas. Inilah salah satu yang diminta oleh para pemangku adat tadi tentang kepastian balai adat tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pendidikan Di Wilayah 3T, BRI Lanjutkan Renovasi Sekolah Di Tapal Batas Jayapura

Bupati memastikan saat ini sudah masuk lelang pengawasan dan setelah itu nanti akan dilelang fisiknya untuk pembangunan balai adat tersebut.

“Nantinya penggunaan balai adat untuk para ketua-ketua adat yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir, karena bangunan gedung yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir itu peruntukanya untuk balai adat kecamatan,” jelasnya. (rko/ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/