alexametrics
26.7 C
Tarakan
Thursday, August 11, 2022

Dosen FPIK UBT Gelar Pengabdian Masyarakat dengan Melatih Istri Nelayan

FOTO 2
PRATIK LANGSUNG: Ibu – ibu nelayan sedang membuat produk makanan dari olahan ikan bulan – bulan.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat/Sub Judul

TARAKAN – Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan Pengabdiaan Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2022.

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini sasaranya adalah ibu – ibu para nelayan, dengan jumlah peserta 15 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga yang berada di Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (11/6).

Ketua Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Reni Tri Cahyani, S. Pi, M. Si mengatakan, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, pihaknya memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan ikan bulan – bulan lumat beku kepada ibu – ibu nelayan.

“Pesertanya berjumlah 15 orang, berasal dari istri para nelayan yang berada di Jembatan Bongkok. Sebenarnya mitra kami adalah nelayannya, karena bapak-bapaknya pergi melaut, jadi kita memberdayakan ibu-ibunya,” katanya kepada Radar Tarakan.

Ia mengungkapkan, pada pengabdian masyarakat ini ada empat program. Program pertama, sosialisasi tentang pemanfaatan limbah hasil perikanan, program kedua, memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan daging ikan bulan beku.

“Jadi beberapa hari yang lalu, kita sudah melakukan sosialisasi. Hari ini kita gelar pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan daging ikan bulan beku. Yang kita memanfaatkan adalah limbah tulang ikan bulan yang diolah menjadi tiga produk,” ungkap Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan ini.

Baca Juga :  Sasar Warga Kurang Mampu, Pemprov Berikan Bantuan Sambungan Listrik Gratis

Tiga produk tersebut adalah kerupuk, sus kering dan krekes. Setelah melaksanakan pelatihan ini, selanjutnya adalah program ketiga, memberikan pelatihan kemasan dan lebeling produk.

“Setelah itu dilanjutkan program keempat, pelatihan terkait manajemen usaha dan pemasaran,” tuturnya.

Setelah kegiatan program ke empat selesai, selanjutnya adalah, kegiatan pendampingan selama empat bulan. Mereka secara mandiri berlatih membuat produk, membuat kemasan, dan memasarkannya. Selama empat bulan tersebut, nanti bisa dihitung berapa keuntungan yang didapatkan dari penjualan produknya.

Ia menjelaskan, ikan bulan – bulan ini merupakan hasil tangkapan samping (HTS) dari para nelayan.

“Ketika nelayan ini ke laut menangkap ikan, biasanya ikan ini terjaring kena pukat. Ikan bulan ini banyak diolah menjadi daging lumat, karena karakter ikannya memiliki daging yang lembek, kalau dimakan secara konvensional kurang diminati, tapi rasanya enak,” jelasnya.

Berdasarkan riset yang dirinya telah dilakukan, ternyata ikan bulan – bulan ini memiliki kandungaan gizi yang cukup tinggi, khususnya tulang ikan, mengandung kadar kalsium tinggi, dan sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai produk pangan, yang bernilai ekonomis.

Pada kegitan ini juga, yang menariknya, pihaknya akan mengajarkan peserta bagaimana melakukan pemasaran digital. Artinya tidak hanya melakukan pemasaran secara konvensional, seperti menjual biasa, tapi akan diajarkan pemasaran digital.

“Meraka akan dilatih bagaimana cara pengambilan foto dan video untuk produk pangan, kemudian bagaimana cara membuat konten dari produknya, bagaimana cara untuk menyematkan produk tersebut di multiplatform digital. Sehingga jangkauan pemasaranya lebih luas,” tambahnya.

Ia menuturkan, dana kegiatan pengabdian masyarakat ini bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud).

Baca Juga :  BNI Boyong 23 Penghargaan Pada Ajang Infobank Digital Brand Award 2022

Kegiatan ini melibatkan empat mahasiswa, dan dihadiri langsung Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THT) FPIK UBT, Ira Maya Abdiani S. Pi., M. Sc, dan Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK UBT Yulma, S. Pi., M. Si.

Ia berharap, melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pendapatan ibu-ibu nelayan bisa meningkat, dan ibu – ibu nelayan bisa produktif.

“Kegiatan ini tidak hanya sampai di sini, setelah kegiatan ini selesai, mitra sasaran kami bisa menjadi binaan kami di UBT, kegiatan ini bisa terus berlanjut kedepannya, akan ada pengembangan, seperti untuk mendapatkan sertifikasi, dan perizinan,” ucapnya.

Sementara itu, Selaku Peserta Herni, mengucapkan terima kasih kepada dosen –dosen FPIK UBT yang telah memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan ikan bulan – bulan lumat beku kepada ibu – ibu nelayan di Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar.

“Kegiatan ini sangat bagus, saya berharap, semoga kegiatan ini terus berlanjut kedepannya,” harapnya. (adv/dob/ana)

TIM INTI:
1. Reni Tri Cahyani, S. Pi, M. Si (Ketua kegiatan PKM) Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
2. Imra S. Pi, M. Si (Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan)
3. Tuty Alawiyah S. Si, M. Sc (Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan)
Melibatkan 4 Orang Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UBT :
1. Nur Aisyah
2. Lilis Suryani
3. Sulfikar
4. Jasie Aditya Christanto

FOTO 2
PRATIK LANGSUNG: Ibu – ibu nelayan sedang membuat produk makanan dari olahan ikan bulan – bulan.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat/Sub Judul

TARAKAN – Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan Pengabdiaan Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2022.

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini sasaranya adalah ibu – ibu para nelayan, dengan jumlah peserta 15 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga yang berada di Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (11/6).

Ketua Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Reni Tri Cahyani, S. Pi, M. Si mengatakan, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, pihaknya memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan ikan bulan – bulan lumat beku kepada ibu – ibu nelayan.

“Pesertanya berjumlah 15 orang, berasal dari istri para nelayan yang berada di Jembatan Bongkok. Sebenarnya mitra kami adalah nelayannya, karena bapak-bapaknya pergi melaut, jadi kita memberdayakan ibu-ibunya,” katanya kepada Radar Tarakan.

Ia mengungkapkan, pada pengabdian masyarakat ini ada empat program. Program pertama, sosialisasi tentang pemanfaatan limbah hasil perikanan, program kedua, memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan daging ikan bulan beku.

“Jadi beberapa hari yang lalu, kita sudah melakukan sosialisasi. Hari ini kita gelar pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan daging ikan bulan beku. Yang kita memanfaatkan adalah limbah tulang ikan bulan yang diolah menjadi tiga produk,” ungkap Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan ini.

Baca Juga :  TPA Jadi Prioritas Pusat, Bagaimana Jembatan Bulan? Ini Penjelasannya...

Tiga produk tersebut adalah kerupuk, sus kering dan krekes. Setelah melaksanakan pelatihan ini, selanjutnya adalah program ketiga, memberikan pelatihan kemasan dan lebeling produk.

“Setelah itu dilanjutkan program keempat, pelatihan terkait manajemen usaha dan pemasaran,” tuturnya.

Setelah kegiatan program ke empat selesai, selanjutnya adalah, kegiatan pendampingan selama empat bulan. Mereka secara mandiri berlatih membuat produk, membuat kemasan, dan memasarkannya. Selama empat bulan tersebut, nanti bisa dihitung berapa keuntungan yang didapatkan dari penjualan produknya.

Ia menjelaskan, ikan bulan – bulan ini merupakan hasil tangkapan samping (HTS) dari para nelayan.

“Ketika nelayan ini ke laut menangkap ikan, biasanya ikan ini terjaring kena pukat. Ikan bulan ini banyak diolah menjadi daging lumat, karena karakter ikannya memiliki daging yang lembek, kalau dimakan secara konvensional kurang diminati, tapi rasanya enak,” jelasnya.

Berdasarkan riset yang dirinya telah dilakukan, ternyata ikan bulan – bulan ini memiliki kandungaan gizi yang cukup tinggi, khususnya tulang ikan, mengandung kadar kalsium tinggi, dan sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai produk pangan, yang bernilai ekonomis.

Pada kegitan ini juga, yang menariknya, pihaknya akan mengajarkan peserta bagaimana melakukan pemasaran digital. Artinya tidak hanya melakukan pemasaran secara konvensional, seperti menjual biasa, tapi akan diajarkan pemasaran digital.

“Meraka akan dilatih bagaimana cara pengambilan foto dan video untuk produk pangan, kemudian bagaimana cara membuat konten dari produknya, bagaimana cara untuk menyematkan produk tersebut di multiplatform digital. Sehingga jangkauan pemasaranya lebih luas,” tambahnya.

Ia menuturkan, dana kegiatan pengabdian masyarakat ini bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud).

Baca Juga :  Jasa Raharja Serahkan Bingkisan dan APD di Pos Pam Lebaran

Kegiatan ini melibatkan empat mahasiswa, dan dihadiri langsung Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THT) FPIK UBT, Ira Maya Abdiani S. Pi., M. Sc, dan Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK UBT Yulma, S. Pi., M. Si.

Ia berharap, melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pendapatan ibu-ibu nelayan bisa meningkat, dan ibu – ibu nelayan bisa produktif.

“Kegiatan ini tidak hanya sampai di sini, setelah kegiatan ini selesai, mitra sasaran kami bisa menjadi binaan kami di UBT, kegiatan ini bisa terus berlanjut kedepannya, akan ada pengembangan, seperti untuk mendapatkan sertifikasi, dan perizinan,” ucapnya.

Sementara itu, Selaku Peserta Herni, mengucapkan terima kasih kepada dosen –dosen FPIK UBT yang telah memberikan pelatihan pemanfaatan hasil samping pengelolaan ikan bulan – bulan lumat beku kepada ibu – ibu nelayan di Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar.

“Kegiatan ini sangat bagus, saya berharap, semoga kegiatan ini terus berlanjut kedepannya,” harapnya. (adv/dob/ana)

TIM INTI:
1. Reni Tri Cahyani, S. Pi, M. Si (Ketua kegiatan PKM) Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
2. Imra S. Pi, M. Si (Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan)
3. Tuty Alawiyah S. Si, M. Sc (Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan)
Melibatkan 4 Orang Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UBT :
1. Nur Aisyah
2. Lilis Suryani
3. Sulfikar
4. Jasie Aditya Christanto

Most Read

Artikel Terbaru

/