alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Ikut Ratas, Presiden Pastikan KI di Kaltara Berprogres

JAKARTA – Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Pembangunan Kawasan Industri (KI) Provinsi Kalimantan Utara di Istana Merdeka, Senin (11/7).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut membahas progres pembangunan kawasan industri yang telah di-groundbreaking beberapa waktu lalu.

Gubernur mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Presiden RI Joko Widodo meminta infrastruktur pendukung yang ada di kawasan industri segera dibangun.

“Bapak Presiden meminta supaya konektifitas infrastruktur dapat segera terbangun di sana. Dalam waktu dekat saya bersama Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) akan menggelar pertemuan guna menindaklanjuti yang menjadi arahan Bapak Presiden,”jelas Gubernur.

Konsep kawasan industri hijau ini akan menjadi yang terbesar di dunia serta memiliki keunggulan geostrategi untuk menampung kegiatan kegiatan ekonomi yang bernilai tinggi dan berdaya saing.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa sekarang Indonesia akan masuk pada hilirisasi industrialisasi bahan-bahan mentah. Ia menegaskan bahwa ke depannya sebagian besar ekspor dari Kaltara akan berbentuk bahan setengah jadi atau produk jadi agar dapat memberi nilai tambah dan edit value yang besar bagi Indonesia.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi Melalui Coffee Morning

Menurut Gubernur, hal yang utama adalah ucapan terima kasih, dimana Kaltara menjadi daerah yang masuk dalam pengembangan Program Strategis Nasional (PSN), berupa KI. Hal itu dinilai merupakan sesuatu yang luar biasa dampaknya bagi pengembangan daerah ke depannya. Terutama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.

“Saya yakin, kehadiran investasi itu akan memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Sebab tak semua daerah memiliki kesempatan yang sama. Kita hari ini beruntung, ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah yang mengembangkan PSN,” jelasnya.

RATAS : Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A Paliwang S.H., M.Hum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo terkait Percepatan Pembangunan Kawasan Industri di Kaltara di Istana Merdeka, Senin (11/7)

Ia juga berharap sinergi dengan pemerintah pusat, dapat mempercepat realisasi pembangunan. Dengan demikian, target konstruksi selesai selama dua tahun sejak tahun 2022. “Ditargetkan 2024 awal sudah ada produksi tahap awal. Dengan berbagai macam produk, termasuk alumunium, bahkan nantinya hingga menjadi baterai litium, termasuk juga panel surya,” harapnya.

Baca Juga :  Selain Surat Tilang, Satlantas Juga Berikan Ini

Tidak hanya itu, sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Asisten Deputi Investasi Strategis, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan mendampingi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Bulungan telah melaksanakan studi banding ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah pada Kamis, 23 Juni 2022 lalu.

Saat ini progres pembangunan Kawasan Indusri Terpadu Batang sangat cepat. Pembangunan jalannya sudah terlihat dan groundbreaking beberapa tenant sudah dimulai.

Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PT. Kawasan Industri Terpadu Batang yang telah menerima kunjungan studi banding Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara adalah bagian pemerintah untuk bersaing secara global dan ini juga merupakan langkah untuk mendukung sektor ekonomi Indonesia utamanya di bagian tengah,”katanya. (dkisp)

JAKARTA – Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Percepatan Pembangunan Kawasan Industri (KI) Provinsi Kalimantan Utara di Istana Merdeka, Senin (11/7).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut membahas progres pembangunan kawasan industri yang telah di-groundbreaking beberapa waktu lalu.

Gubernur mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Presiden RI Joko Widodo meminta infrastruktur pendukung yang ada di kawasan industri segera dibangun.

“Bapak Presiden meminta supaya konektifitas infrastruktur dapat segera terbangun di sana. Dalam waktu dekat saya bersama Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) akan menggelar pertemuan guna menindaklanjuti yang menjadi arahan Bapak Presiden,”jelas Gubernur.

Konsep kawasan industri hijau ini akan menjadi yang terbesar di dunia serta memiliki keunggulan geostrategi untuk menampung kegiatan kegiatan ekonomi yang bernilai tinggi dan berdaya saing.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa sekarang Indonesia akan masuk pada hilirisasi industrialisasi bahan-bahan mentah. Ia menegaskan bahwa ke depannya sebagian besar ekspor dari Kaltara akan berbentuk bahan setengah jadi atau produk jadi agar dapat memberi nilai tambah dan edit value yang besar bagi Indonesia.

Baca Juga :  Produksi Industri Mikro dan Kecil Tumbuh 7,7 Persen

Menurut Gubernur, hal yang utama adalah ucapan terima kasih, dimana Kaltara menjadi daerah yang masuk dalam pengembangan Program Strategis Nasional (PSN), berupa KI. Hal itu dinilai merupakan sesuatu yang luar biasa dampaknya bagi pengembangan daerah ke depannya. Terutama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.

“Saya yakin, kehadiran investasi itu akan memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Sebab tak semua daerah memiliki kesempatan yang sama. Kita hari ini beruntung, ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah yang mengembangkan PSN,” jelasnya.

RATAS : Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A Paliwang S.H., M.Hum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo terkait Percepatan Pembangunan Kawasan Industri di Kaltara di Istana Merdeka, Senin (11/7)

Ia juga berharap sinergi dengan pemerintah pusat, dapat mempercepat realisasi pembangunan. Dengan demikian, target konstruksi selesai selama dua tahun sejak tahun 2022. “Ditargetkan 2024 awal sudah ada produksi tahap awal. Dengan berbagai macam produk, termasuk alumunium, bahkan nantinya hingga menjadi baterai litium, termasuk juga panel surya,” harapnya.

Baca Juga :  BRI Kembali Raih Penghargaan Good Corporate Governance & The Best CEO 2021

Tidak hanya itu, sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Asisten Deputi Investasi Strategis, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan mendampingi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Bulungan telah melaksanakan studi banding ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah pada Kamis, 23 Juni 2022 lalu.

Saat ini progres pembangunan Kawasan Indusri Terpadu Batang sangat cepat. Pembangunan jalannya sudah terlihat dan groundbreaking beberapa tenant sudah dimulai.

Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PT. Kawasan Industri Terpadu Batang yang telah menerima kunjungan studi banding Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara adalah bagian pemerintah untuk bersaing secara global dan ini juga merupakan langkah untuk mendukung sektor ekonomi Indonesia utamanya di bagian tengah,”katanya. (dkisp)

Most Read

Dua Tahapan Berpotensi Disengketakan

12 Pejabat Pemprov Bergeser

Resep Acar Mentimun Wortel

Artikel Terbaru

/