alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Laura: Iduladha Jaga Semangat Kebersamaan dan Kerja Sama

NUNUKAN – Momentum Iduladha atau hari raya kurban menjadi titik balik mengenang kembali keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya, Ismail demi menaati perintah dari Allah. Peristiwa ini merupakan pembelajaran bagaimana rasa cinta yang tulus dan ikhlas.

Bupati Nunukan, Hj.Asmin Laura Hafid SE. MM Ph.D menyampaikan hari raya kurban, momentum mengenang keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya Ismail. Tentunya hanya dengan keberanian untuk mengorbankan sesuatu yang paling berharga di dalam hidup. Maka bisa merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

“Dalam konteks kondisi hari ini, maka kecintaan kita kepada agama Islam, keluarga, bangsa dan negara ini akan terukur dalam seberapa besar pengorbanan yang bisa kita berikan. Pengorbanan yang tanpa disertai keinginan dan harapan untuk memperoleh balasan dan imbalan sama sekali,” ucap Hj. Asmin Laura Hafid melalui Kadis Pemukiman dan Pertanahan, Alimuddin, ST.,MT.

Baca Juga :  Jasad Korban yang Diterkam Buaya Utuh

Ia menegaskan hari raya Iduladha momentum yang paling tepat bagi seluruh umat Islam untuk introspeksi diri, merenung, dan mengukur seberapa besar pengorbanan yang telah diberikan kepada Allah swt, Rasulullah, keluarga, masyarakat di sekitar lingkungan dan bangsa yang dicintai bersama.

“Dari introspeksi diri yang kita lakukan, harapannya akan muncul satu kesadaran dari hati yang jernih untuk menurunkan egoisme dan kesombongan kita masing–masing,” pesannya.

Dijelaskan, saat ini Pandemi Covid–19 sudah mulai berlalu dari kehidupan. Meskipun belum dinyatakan bebas sepenuhnya oleh pemerintah, namun situasi hari ini harus disambut dengan suka cita dan rasa syukur yang sebesar–besarnya.

Tentunya, keberhasilan menghadapi Covid-19 merupakan buah dari kerja sama semua dalam mencegah dan menangani penyebaran wabah ini. Namun demikian, pulihnya suasana pandemi Covid-19 belum diikuti dengan pulihnya sektor perekonomian di masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Penunjang Kesehatan TNI AD, BRI Serahkan Bantuan 6 Unit Ambulans Mini ICU

Sebab, harga beberapa komoditas masih relatif mahal, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Menghadapi situasi seperti ini, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu mencari siapa yang harus disalahkan. Dan akan lebih bijak jika mengembalikan semua persoalan dalam hidup kepada Allah.

“Percayalah, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan beban di luar kemampuan kita untuk memikul beban tersebut. Kita harus sepenuhnya percaya, bahwa Allah pasti sudah menyiapkan rencana yang lebih indah di balik semua kesulitan dan ujian ini,” tambahnya.

“Saya sampaikan dalam kesempatan yang mulia ini atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan dan keluarga. Saya mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1443 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan anugrah yang terbaik kepada kita semua,” pungkasnya. (akz/har)

NUNUKAN – Momentum Iduladha atau hari raya kurban menjadi titik balik mengenang kembali keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya, Ismail demi menaati perintah dari Allah. Peristiwa ini merupakan pembelajaran bagaimana rasa cinta yang tulus dan ikhlas.

Bupati Nunukan, Hj.Asmin Laura Hafid SE. MM Ph.D menyampaikan hari raya kurban, momentum mengenang keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya Ismail. Tentunya hanya dengan keberanian untuk mengorbankan sesuatu yang paling berharga di dalam hidup. Maka bisa merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

“Dalam konteks kondisi hari ini, maka kecintaan kita kepada agama Islam, keluarga, bangsa dan negara ini akan terukur dalam seberapa besar pengorbanan yang bisa kita berikan. Pengorbanan yang tanpa disertai keinginan dan harapan untuk memperoleh balasan dan imbalan sama sekali,” ucap Hj. Asmin Laura Hafid melalui Kadis Pemukiman dan Pertanahan, Alimuddin, ST.,MT.

Baca Juga :  Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Akan Makin Solid

Ia menegaskan hari raya Iduladha momentum yang paling tepat bagi seluruh umat Islam untuk introspeksi diri, merenung, dan mengukur seberapa besar pengorbanan yang telah diberikan kepada Allah swt, Rasulullah, keluarga, masyarakat di sekitar lingkungan dan bangsa yang dicintai bersama.

“Dari introspeksi diri yang kita lakukan, harapannya akan muncul satu kesadaran dari hati yang jernih untuk menurunkan egoisme dan kesombongan kita masing–masing,” pesannya.

Dijelaskan, saat ini Pandemi Covid–19 sudah mulai berlalu dari kehidupan. Meskipun belum dinyatakan bebas sepenuhnya oleh pemerintah, namun situasi hari ini harus disambut dengan suka cita dan rasa syukur yang sebesar–besarnya.

Tentunya, keberhasilan menghadapi Covid-19 merupakan buah dari kerja sama semua dalam mencegah dan menangani penyebaran wabah ini. Namun demikian, pulihnya suasana pandemi Covid-19 belum diikuti dengan pulihnya sektor perekonomian di masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Penunjang Kesehatan TNI AD, BRI Serahkan Bantuan 6 Unit Ambulans Mini ICU

Sebab, harga beberapa komoditas masih relatif mahal, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Menghadapi situasi seperti ini, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu mencari siapa yang harus disalahkan. Dan akan lebih bijak jika mengembalikan semua persoalan dalam hidup kepada Allah.

“Percayalah, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan beban di luar kemampuan kita untuk memikul beban tersebut. Kita harus sepenuhnya percaya, bahwa Allah pasti sudah menyiapkan rencana yang lebih indah di balik semua kesulitan dan ujian ini,” tambahnya.

“Saya sampaikan dalam kesempatan yang mulia ini atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan dan keluarga. Saya mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1443 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan anugrah yang terbaik kepada kita semua,” pungkasnya. (akz/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/