alexametrics
28.7 C
Tarakan
Friday, August 19, 2022

Peningkatan Kompetensi SDM Jadi Sorotan

TANJUNG SELOR – Peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di era digital menjadi sorotan Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum usai melantik 110 pejabat di lingkungan Pemprov Kalimantan Utara, Rabu (6/7).

Di hadapan para ASN, Gubernur menyampaikan beberapa hal, di antaranya adalah tentang komitmen dan loyalitas bekerja.

Menurutnya, perkembangan dunia digital saat ini bisa dimanfaatkan ASN untuk meningkatkan kualitas dirinya. Walaupun pemerintah memiliki tangung jawab untuk memberikan fasilitas pengembangan kompetensi, tentu ada keterbatasan.

Melalui sarana media online yang lingkupnya kebih luas, ASN dapat memanfaatkan fitur atau jaringan media sosial.

“Peningkatan kompetensi ASN sejatinya tidaklah sulit dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Yang terpenting adalah kemauan diri untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan serta pengalaman,” terangnya.

Mengenai komitmen, baginya ini merupakan aspek penting untuk dimiliki setiap ASN. Tanpa komitmen yang disertai tanggung jawab, ASN akan sulit bekerja dengan maksimal untuk menghasilkan karya besar.

Baca Juga :  Perpres NEK Disahkan, BRI Dukung Pemerintah dengan Memperkuat Sustainable Finance

“Saya minta anda dapat memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Sehingga akan lahir jiwa militasi, rasa memiliki dan kesungguhan yang mantap,” jelasnya.

Terakhir, adalah kemampuan untuk berkoordinasi dan berkaloborasi. Aspek ini menyangkut kekompakan kerja sama tim. Sampai saat ini, menurutnya masih ada sikap individualistik dalam lingkungan birokrasi. Sehingga ia mengingatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi.

“Banyak pekerjaan besar menanti kita. Dan untuk melaksanakan tugas tersebut, koordinasi dan kolaborasi mutlak dibutuhkan,” imbuhnya.

Ia berharap agar semua pejabat dapat berproses ke arah yang lebih baik dan menciptakan inovasi dan solusi untuk permasalahan yang menghambat gerak maju pemerintahan.
“Jadilah bagian dari solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi pada bidang tugas masing-masing,” ujarnya.

Rincian dari 110 pejabat yang dilantik, 70 orang pejabat administrator, 36 orang pejabat pengawas; dan 4 orang pejabat fungsional yang terdiri dari 3 orang pengawas perikanan, dan 1 orang widyaiswara di lingkungan pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Holding Ultra Mikro Akan Bantu Percepat Pemulihan Pelaku Usaha

Gubernur mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan dedikasi, loyalitas yang tinggi, serta bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.

“Kalau kita bekerja dengan hati nurani, InsyaAllah yang anda kerjakan manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan tentang etika bekerja. Dimana para pejabat yang telah dilantik wajib memberikan dukungan kepada pimpinan dan melaksanakan tugas sesuai dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Karena baginya tindakan ini merupakan bagian dari kedisiplinan ASN.

Gubernur juga akan menilai kinerja para pejabat termasuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD) 3 hingga 6 bulan mendatang tidak ada perkembangan maka akan dievaluasi.

“Duduk di ruangan, tidak pernah turun ke lapangan, tidak pernah melihat langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat, akan saya evaluasi,” tuntasnya. (dkisp)

TANJUNG SELOR – Peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di era digital menjadi sorotan Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum usai melantik 110 pejabat di lingkungan Pemprov Kalimantan Utara, Rabu (6/7).

Di hadapan para ASN, Gubernur menyampaikan beberapa hal, di antaranya adalah tentang komitmen dan loyalitas bekerja.

Menurutnya, perkembangan dunia digital saat ini bisa dimanfaatkan ASN untuk meningkatkan kualitas dirinya. Walaupun pemerintah memiliki tangung jawab untuk memberikan fasilitas pengembangan kompetensi, tentu ada keterbatasan.

Melalui sarana media online yang lingkupnya kebih luas, ASN dapat memanfaatkan fitur atau jaringan media sosial.

“Peningkatan kompetensi ASN sejatinya tidaklah sulit dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Yang terpenting adalah kemauan diri untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan serta pengalaman,” terangnya.

Mengenai komitmen, baginya ini merupakan aspek penting untuk dimiliki setiap ASN. Tanpa komitmen yang disertai tanggung jawab, ASN akan sulit bekerja dengan maksimal untuk menghasilkan karya besar.

Baca Juga :  Lepas Peserta Jambore, Gubernur Serukan Sikap Saling Menolong

“Saya minta anda dapat memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Sehingga akan lahir jiwa militasi, rasa memiliki dan kesungguhan yang mantap,” jelasnya.

Terakhir, adalah kemampuan untuk berkoordinasi dan berkaloborasi. Aspek ini menyangkut kekompakan kerja sama tim. Sampai saat ini, menurutnya masih ada sikap individualistik dalam lingkungan birokrasi. Sehingga ia mengingatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi.

“Banyak pekerjaan besar menanti kita. Dan untuk melaksanakan tugas tersebut, koordinasi dan kolaborasi mutlak dibutuhkan,” imbuhnya.

Ia berharap agar semua pejabat dapat berproses ke arah yang lebih baik dan menciptakan inovasi dan solusi untuk permasalahan yang menghambat gerak maju pemerintahan.
“Jadilah bagian dari solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi pada bidang tugas masing-masing,” ujarnya.

Rincian dari 110 pejabat yang dilantik, 70 orang pejabat administrator, 36 orang pejabat pengawas; dan 4 orang pejabat fungsional yang terdiri dari 3 orang pengawas perikanan, dan 1 orang widyaiswara di lingkungan pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Gubernur Imbau Masyarakat Ikuti Aturan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

Gubernur mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan dedikasi, loyalitas yang tinggi, serta bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.

“Kalau kita bekerja dengan hati nurani, InsyaAllah yang anda kerjakan manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan tentang etika bekerja. Dimana para pejabat yang telah dilantik wajib memberikan dukungan kepada pimpinan dan melaksanakan tugas sesuai dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Karena baginya tindakan ini merupakan bagian dari kedisiplinan ASN.

Gubernur juga akan menilai kinerja para pejabat termasuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD) 3 hingga 6 bulan mendatang tidak ada perkembangan maka akan dievaluasi.

“Duduk di ruangan, tidak pernah turun ke lapangan, tidak pernah melihat langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat, akan saya evaluasi,” tuntasnya. (dkisp)

Most Read

Artikel Terbaru

/