alexametrics
26.7 C
Tarakan
Friday, August 12, 2022

Pekarangan Pangan Lestari Tangani Stunting

NUNUKAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan menetapkan lima kecamatan di Nunukan melaksanakan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Ini dilakukan untuk menekan angka stunting melalui penguatan ketersediaan pangan, penguatan akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Wiwin Indrayanti menyampaikan lima kecamatan yang ditetapkan melakukan P2L yakni Kecamatan Sebatik Timur, Sebatik Barat, Tulin Onsoi, Seimenggaris, Lumbis. Dimana, setiap Kelompok Wanita Tani (KWT) beranggotakan sebanyak 20 orang.

“Kita kerja sama dan penyuluh tani. Dimana, setiap KWT sebanyak 20 orang ibu rumah tangga. Mereka diberikan bantuan Rp 15 juta yang pencarian dua tahap setiap triwulan,” ucap Wiwin Indrayanti.

Dijelaskan, kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan stunting, penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan dan pemantapan daerah tahan pangan.

Baca Juga :  Berbekal Inovasi Bisnis, 3 Mahasiswa & Pengusaha Burgerchill Ini Dapat Beasiswa BRI Peduli-Creation 2021

“Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, lahan yang ada di sekitar rumah tempat tinggal,” jelasnya.

Kemudian, tujuan dan sasaran P2L untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Serta, meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.

“Jadi sumber pangan disekitarnya rumah. Tidak tergantung ke pasar,” singkatnya.

Baginya, adanya P2L dinilai sangat efektif untuk penanganan stunting. Buktinya, angka stunting di Nunukan terbilang menurun dibandingkan dengan angka sebelumnya. Dan penanganan stunting ini juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Nunukan.

Baca Juga :  Rumput Laut Memberikan Lapangan Kerja

“Angka stunting menurun berdasarkan data yang ada. Dam ini bukan hanya dari DPKP saja, ada Dinkes, Pemberdayaan Perempuan dan Dinsos juga yang masuk dalam tim,” sebutnya.

Kemudian, tahun ini juga dijalankan bantuan seperti beras, susu dan aqua yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Nunukan. Sementara, KWT alokasi anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“KWT sangat antusias adanya P2L ini. Kemarin saya baru turun di lapangan melihat kondisi langsung dan mereka sangat senang,” pungkasnya. (akz/har)

NUNUKAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan menetapkan lima kecamatan di Nunukan melaksanakan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Ini dilakukan untuk menekan angka stunting melalui penguatan ketersediaan pangan, penguatan akses pangan, dan pemanfaatan pangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Wiwin Indrayanti menyampaikan lima kecamatan yang ditetapkan melakukan P2L yakni Kecamatan Sebatik Timur, Sebatik Barat, Tulin Onsoi, Seimenggaris, Lumbis. Dimana, setiap Kelompok Wanita Tani (KWT) beranggotakan sebanyak 20 orang.

“Kita kerja sama dan penyuluh tani. Dimana, setiap KWT sebanyak 20 orang ibu rumah tangga. Mereka diberikan bantuan Rp 15 juta yang pencarian dua tahap setiap triwulan,” ucap Wiwin Indrayanti.

Dijelaskan, kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan stunting, penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan dan pemantapan daerah tahan pangan.

Baca Juga :  Soft Launching TTE, Bupati Harapkan OPD Melek Teknologi1

“Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, lahan yang ada di sekitar rumah tempat tinggal,” jelasnya.

Kemudian, tujuan dan sasaran P2L untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Serta, meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.

“Jadi sumber pangan disekitarnya rumah. Tidak tergantung ke pasar,” singkatnya.

Baginya, adanya P2L dinilai sangat efektif untuk penanganan stunting. Buktinya, angka stunting di Nunukan terbilang menurun dibandingkan dengan angka sebelumnya. Dan penanganan stunting ini juga melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Nunukan.

Baca Juga :  Right Issue untuk Pengembangan Ekosistem Ultra Mikro, Sumber Pertumbuhan Baru di Tengah Pandemi

“Angka stunting menurun berdasarkan data yang ada. Dam ini bukan hanya dari DPKP saja, ada Dinkes, Pemberdayaan Perempuan dan Dinsos juga yang masuk dalam tim,” sebutnya.

Kemudian, tahun ini juga dijalankan bantuan seperti beras, susu dan aqua yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Nunukan. Sementara, KWT alokasi anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“KWT sangat antusias adanya P2L ini. Kemarin saya baru turun di lapangan melihat kondisi langsung dan mereka sangat senang,” pungkasnya. (akz/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/