alexametrics
25.7 C
Tarakan
Sunday, August 14, 2022

Pemprov Kaltara Dukung AMAN Perjuangkan Hak-Hak Adat

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pariwisata Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si membuka sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan musyawarah wilayah (Muswil) II Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltara tahun 2022.

Muswil II yang digelar di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Tanjung Selor ini juga dihadiri oleh Bupati Bulungan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta peserta dari 21 komunitas se-Kaltara.

Melalui sambutan yang dibacakan, Gubernur menyambut positif atas terselenggaranya muswil tersebut. Ia mengharapkan hasil dari muswil akan melahirkan gagasan cemerlang sehingga AMAN sebagai wadah masyarakat adat dapat memperjuangkan hak-hak adatnya.

Pemerintah memahami keberagaman budaya masyarakat adat yang mengandung kekayaan budaya adat yang terbingkai dalam kesatuan berbangsa dan bernegara sehingga pemerintah mempunyai dasar hukum yang kuat untuk memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat hukum adat sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 pasal 18B.

Baca Juga :  Kaltara Provinsi Pertama Terapkan Resiko Terintegrasi

“Keberadaan masyarakat adat, keragaman budaya dan tradisi di Kaltara merupakan kekayaan dan anugerah yang harus kita jaga bersama-sama. Melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020, Pemprov Kaltara terus berupaya mendukung optimalisasi pemberdayaan masyarakat adat serta memperkuat lembaga kemasyarakatan adat/lembaga adat/masyarakat hukum adat yang ada di Kaltara,” katanya, Selasa (2/8).

Dalam Muswil yang mengusung tema Mendorong Legalitas Pengakuan dan Pelindungan Masyarakat Adat di Kaltara ini, pemerintah juga mengajak AMAN untuk mendukung pemerintah dalam menata dan mengelola kepentingan masyarakat adat.

“Gubernur menginginkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya kita bersama memberdayakan masyarakat adat di Kaltara, agar percepatan pembangunan yang selalu kita kejar tidak sampai merugikan atau menghilangkan kebudayaan dan adat yang sejatinya merupakan anugerah yang kita miliki,” tutupnya. (dkisp)

Baca Juga :  BRI Siap Terapkan BI-Fast di BRImo, Ini Manfaat yang Didapat Nasabah

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pariwisata Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si membuka sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan musyawarah wilayah (Muswil) II Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltara tahun 2022.

Muswil II yang digelar di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Tanjung Selor ini juga dihadiri oleh Bupati Bulungan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta peserta dari 21 komunitas se-Kaltara.

Melalui sambutan yang dibacakan, Gubernur menyambut positif atas terselenggaranya muswil tersebut. Ia mengharapkan hasil dari muswil akan melahirkan gagasan cemerlang sehingga AMAN sebagai wadah masyarakat adat dapat memperjuangkan hak-hak adatnya.

Pemerintah memahami keberagaman budaya masyarakat adat yang mengandung kekayaan budaya adat yang terbingkai dalam kesatuan berbangsa dan bernegara sehingga pemerintah mempunyai dasar hukum yang kuat untuk memberikan perlindungan sosial terhadap masyarakat hukum adat sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 pasal 18B.

Baca Juga :  Kaltara Provinsi Pertama Terapkan Resiko Terintegrasi

“Keberadaan masyarakat adat, keragaman budaya dan tradisi di Kaltara merupakan kekayaan dan anugerah yang harus kita jaga bersama-sama. Melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020, Pemprov Kaltara terus berupaya mendukung optimalisasi pemberdayaan masyarakat adat serta memperkuat lembaga kemasyarakatan adat/lembaga adat/masyarakat hukum adat yang ada di Kaltara,” katanya, Selasa (2/8).

Dalam Muswil yang mengusung tema Mendorong Legalitas Pengakuan dan Pelindungan Masyarakat Adat di Kaltara ini, pemerintah juga mengajak AMAN untuk mendukung pemerintah dalam menata dan mengelola kepentingan masyarakat adat.

“Gubernur menginginkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya kita bersama memberdayakan masyarakat adat di Kaltara, agar percepatan pembangunan yang selalu kita kejar tidak sampai merugikan atau menghilangkan kebudayaan dan adat yang sejatinya merupakan anugerah yang kita miliki,” tutupnya. (dkisp)

Baca Juga :  Hari Raya Iduladha, Dirut PLN Pantau Langsung Keandalan Sistem Kelistrikan

Most Read

PENGUMUMAN PEMBERITAHUAN

Desa Wisata Dapat Suntikan DAK

Tiga Kurir Sabu 9 Kg Didakwa Dua Pasal

Artikel Terbaru

/