alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Legislatif Beri Atensi ke SOA Maratua

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang ke lokasi wisata Maratua yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara).

Atensi dari legislatif Kaltara ini lantaran SOA penumpang masih sangat dibutuhkan di Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan dan pedalaman. Saat ini, kebutuhan SOA penumpang masih sangat prioritas bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 ini.

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Elia DJ mengatakan, dalam hal pemberian SOA ini, tentu yang paling utama harus diperhatikan itu adalah asas manfaatnya. Kalau berbicara Maratua, tentu yang datang ke tempat itu pasti orang-orang yang ingin berwisata.

Baca Juga :  TP-PKK - BNN Kaltara Sepakat Perangi Narkoba

“Nah, kalau berbicara soal berwisata, pasti kalau sudah sejahtera. Artinya, di sini tentu berbicara soal perut dulu,” ujar Elia kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.

Disinggung soal dana yang bersumber dari APBN? Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan itu atas rekomendasi dari pemerintah daerah. Jadi, tidak ujuk-ujuk langsung dialokasikan begitu saja.

“Kalau itu (SOA Maratua) memang mau dipertahankan, tidak ada masalah. Itu juga mungkin penting bagi orang-orang yang ingin melihat daerah kita dan untuk mempromosikan wisata yang ada ini ke luar,” kata Politisi Hanura ini.

Tapi, pemerintah juga jangan mengabaikan hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Baca Juga :  Legislatif Harap Jalin Sinergitas

“Bagaimana solusinya? Jika memang itu tetap dipertahankan, tidak sulit. Itu tinggal ditambahkan. Ini kalau memang pariwisata itu ingin dipromosikan,” tegasnya.

Dalam hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara bisa berkoordinasi ke pusat guna minta anggaran untuk SOA ke perbatasan ini dengan melihat kebutuhannya.

“Karena, berapakalipun angkutan diberikan (ke perbatasan Kaltara), tetap akan ada yang menggunakannya. Karena cita-cita kita itu untuk menghemat pengeluaran dan tidak ada lagi orang jalan kaki berbulan-bulan dari Apau Kayan ke Tanjung Selor,” pungkasnya. (iwk/har)

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang ke lokasi wisata Maratua yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara).

Atensi dari legislatif Kaltara ini lantaran SOA penumpang masih sangat dibutuhkan di Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan dan pedalaman. Saat ini, kebutuhan SOA penumpang masih sangat prioritas bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 ini.

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Elia DJ mengatakan, dalam hal pemberian SOA ini, tentu yang paling utama harus diperhatikan itu adalah asas manfaatnya. Kalau berbicara Maratua, tentu yang datang ke tempat itu pasti orang-orang yang ingin berwisata.

Baca Juga :  Kewaspadaan, Pasien Diare Akan Diobservasi Lebih Mendalam

“Nah, kalau berbicara soal berwisata, pasti kalau sudah sejahtera. Artinya, di sini tentu berbicara soal perut dulu,” ujar Elia kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.

Disinggung soal dana yang bersumber dari APBN? Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan itu atas rekomendasi dari pemerintah daerah. Jadi, tidak ujuk-ujuk langsung dialokasikan begitu saja.

“Kalau itu (SOA Maratua) memang mau dipertahankan, tidak ada masalah. Itu juga mungkin penting bagi orang-orang yang ingin melihat daerah kita dan untuk mempromosikan wisata yang ada ini ke luar,” kata Politisi Hanura ini.

Tapi, pemerintah juga jangan mengabaikan hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Baca Juga :  Ini Alasan Pertamina Tak Naikkan LPG 3 Kg

“Bagaimana solusinya? Jika memang itu tetap dipertahankan, tidak sulit. Itu tinggal ditambahkan. Ini kalau memang pariwisata itu ingin dipromosikan,” tegasnya.

Dalam hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara bisa berkoordinasi ke pusat guna minta anggaran untuk SOA ke perbatasan ini dengan melihat kebutuhannya.

“Karena, berapakalipun angkutan diberikan (ke perbatasan Kaltara), tetap akan ada yang menggunakannya. Karena cita-cita kita itu untuk menghemat pengeluaran dan tidak ada lagi orang jalan kaki berbulan-bulan dari Apau Kayan ke Tanjung Selor,” pungkasnya. (iwk/har)

Most Read

Artikel Terbaru

/