alexametrics
25.7 C
Tarakan
Sunday, August 14, 2022

Penulisan Buku Sejarah Kaltara, Libatkan Lembaga Independen

TARAKAN – Penulisan buku Sejarah lahirnya Kalimantan Utara (Kaltara) akan turut melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lembaga independen ini merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum saat melangsungkan audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, di Hotel Tarakan Plaza, Senin (1/8) sore. Hadir mendampingi Gubernur, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Dr. Bustan S.E.,M.Si.

Audiensi diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat (tomas), di antaranya Ustadz Abdul Djalil Fatah, Wagub Kaltara periode (2016-2021) H. Udin Hianggio, dan beberap tokoh pemuda di Kaltara.

Baca Juga :  BRI Makin Sehat dan Kuat

LIPI, kata Gubernur, berkiprah dalam bidang riset terkait penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.

Salah satu tugasnya, membantu tugas pemerintahan di bidang penelitian ilmu pengetahuan, mencari kebenaran ilmiah di mana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Perundang-undangan.

Dengan melibatkan lembaga independen ini, Gubernur mengharapkan penulisan sejarah lahirnya Kaltara dilakukan secara by data dapat otentik, akurat dan bersumber dari semua pelaku sejarah.

“Semoga dengan melibatkan LIPI, penulisan buku sejarah lahirnya provinsi ke-34 ini cepat terselesaikan, tak ada lagi persepsi atau pemikiran yang berbeda,” kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Meskipun dalam pengerjaan sebuah penulisan sejarah tidak semudah yang dibayangkan. Namun, pria ini optimis pengerjaan buku sejarah Kaltara dapat selesai tahun ini.

Baca Juga :  Gubernur Minta OPD Benahi Standar Layanan

“Penulisan sejarah itu butuh waktu, karena harus mengumpulkan data dan fakta, riset, kajian serta keabsahannya. Tapi, kita (pemprov) akan terus dorong percepatannya, salah satunya dengan melibatkan lembaga independen,” tutur Gubernur. (dkisp)

TARAKAN – Penulisan buku Sejarah lahirnya Kalimantan Utara (Kaltara) akan turut melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lembaga independen ini merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang S.H., M.Hum saat melangsungkan audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltara, di Hotel Tarakan Plaza, Senin (1/8) sore. Hadir mendampingi Gubernur, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Dr. Bustan S.E.,M.Si.

Audiensi diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat (tomas), di antaranya Ustadz Abdul Djalil Fatah, Wagub Kaltara periode (2016-2021) H. Udin Hianggio, dan beberap tokoh pemuda di Kaltara.

Baca Juga :  Gubernur Minta OPD Benahi Standar Layanan

LIPI, kata Gubernur, berkiprah dalam bidang riset terkait penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.

Salah satu tugasnya, membantu tugas pemerintahan di bidang penelitian ilmu pengetahuan, mencari kebenaran ilmiah di mana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Perundang-undangan.

Dengan melibatkan lembaga independen ini, Gubernur mengharapkan penulisan sejarah lahirnya Kaltara dilakukan secara by data dapat otentik, akurat dan bersumber dari semua pelaku sejarah.

“Semoga dengan melibatkan LIPI, penulisan buku sejarah lahirnya provinsi ke-34 ini cepat terselesaikan, tak ada lagi persepsi atau pemikiran yang berbeda,” kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Meskipun dalam pengerjaan sebuah penulisan sejarah tidak semudah yang dibayangkan. Namun, pria ini optimis pengerjaan buku sejarah Kaltara dapat selesai tahun ini.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh 7,07%, Himbara Semakin Optimistis 

“Penulisan sejarah itu butuh waktu, karena harus mengumpulkan data dan fakta, riset, kajian serta keabsahannya. Tapi, kita (pemprov) akan terus dorong percepatannya, salah satunya dengan melibatkan lembaga independen,” tutur Gubernur. (dkisp)

Most Read

Artikel Terbaru

/