alexametrics
25.5 C
Tarakan
Monday, August 15, 2022

Sempat Minus Dihantam Covid -19, Pertumbuhan Ekonomi 2022 Diramalkan Melonjak

NUNUKAN — Pertumbuhan Ekonomi di tahun 2022 mendatang diprediksi akan semakin melonjak pasca merebaknya Covid-19 yang melanda 2 tahun belakangan.

Optimisme itu disampaikan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid.

Ia menilai, meski Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi masih menunjukan kestabilan.

Dimana indikator pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun pra Covid — 19 mulai tahun 2017 — 2019 menunjukkan pertumbuhan ekonominya stabil di angka enam lebih, yaitu 6,79 di tahun 2017, 6,28 di tahun 2018, dan 6,78 pada tahun 2019.

“Ya, situasi perekonomian pasca maraknya Covid — 19 varian delta dan omicron beberapa waktu lalu, sudah perlahan menunjukkan perbaikan,” ungkap Hj. Laura.

TERIMA PREDIKAT WTP: Bupati Nunukan menerima penilaian dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Tahun 2021.

Hj. Laura menerangkan, data itu berdasarkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan yang menampilkan menampilkan beberapa indikator makro perekonomian mengalami perbaikan secara cukup signifikan, meskipun jika dibandingkan dengan kondisi sebelum muncul Covid — 19 angkanya masih relatif rendah.

Padahal, saat wabah Covid — 19 muncul di awal tahun 2020, angka pertumbuhan ekonomi langsung mengalami penurunan, bahkan sampai menyentuh angka minus, yaitu -0,93.

Saat itu, situasi yang terjadi dimana ketakutan, kepanikan begitu merajalela, masyarakat tidak berani keluar rumah, dan semua aktivitas ekonomi nyaris lumpuh telah menyebabkan benteng perekonomian masyarakat nyaris jebol.

Baca Juga :  Investasi sekaligus Pelestarian Lingkungan, Green Sukuk Ritel ST008 BRI Lampaui Target Penjualan

“Melayan ini, kita (pemerintah) bertindak sigap dengan menggelontorkan berbagai bantuan sosial yang membuat masyarakat sedikit bernapas,” tambah Hj. Laura.

Hj. Laura tidak menampik, dampak covid — 19 terhadap ekonomi memang sangat besar, tidak ada yang tidak terdampak, baik masyarakat kalangan bawah maupun atas semua merasakan dampak dari wabah ini.

Hal itu tampak dari angka rasio gini yang menjadi indikator ketimpangan di masyarakat, dimana angkanya relatif stabil baik sebelum maupun sesudah muncul covid — 19 yaitu di angka sekitar 0,28.

Disisi lain, untuk angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini menjadi konsentrasi Hj. Laura, pada saat terjadi covid — 19 angkanya juga tidak turun secara drastis.

Bahkan di tahun 2021 angkanya justru mengalami kenaikan hingga 66,46, meskipun jika dihitung masih berada di bawah rata — rata nasional yang mencapai angka 71,92.

“Ya, IPM ini meskipun angka tingkat pengangguran mengalami kenaikan, namun angkanya juga tidak terlalu besar, dari 3,91 persen di tahun 2019 kemudian 4,14 persen di tahun 2020 dan terakhir 4,24 persen di tahun 2021,” ujar Hj. Laura.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Harian di Daerah Ini Bertambah 113

Untuk itulah, pemerintah sangat optimis, angka itu akan turun drastis di tahun 2022.

Selain karena Covid — 19 sudah reda, hal itu juga akan dipengaruhi oleh membaiknya harga berbagai komoditas, seperti rumput laut dan kelapa sawit yang menyerap banyak tenaga kerja.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017, dimana tingkat pengangguran angkanya mencapai 7,24, maka situasi saat ini relatif lebih terkendali.

Terakhir Hj. Laura menyampaikan, data yang cukup menggembirakan adalah, semakin membaiknya angka harapan hidup masyarakat.

Meskipun ada Covid — 19 sekalipun, berdasarkan key statistic tahun 2019 hingga 2021, angka harapan hidup masyarakat di Nunukan mencapai 71,40 di tahun 2021, padahal di tahun 2019 atau sebelum Covid hanya 71,30, dan 71,34 di tahun 2020.

“Artinya masyarakat Nunukan semakin tahun semakin optimistis untuk move on, bangkit dan punya harapan besar untuk terus melanjutkan hidup,” beber Hj. Laura. (prokompim/raw/har)

NUNUKAN — Pertumbuhan Ekonomi di tahun 2022 mendatang diprediksi akan semakin melonjak pasca merebaknya Covid-19 yang melanda 2 tahun belakangan.

Optimisme itu disampaikan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid.

Ia menilai, meski Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi masih menunjukan kestabilan.

Dimana indikator pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun pra Covid — 19 mulai tahun 2017 — 2019 menunjukkan pertumbuhan ekonominya stabil di angka enam lebih, yaitu 6,79 di tahun 2017, 6,28 di tahun 2018, dan 6,78 pada tahun 2019.

“Ya, situasi perekonomian pasca maraknya Covid — 19 varian delta dan omicron beberapa waktu lalu, sudah perlahan menunjukkan perbaikan,” ungkap Hj. Laura.

TERIMA PREDIKAT WTP: Bupati Nunukan menerima penilaian dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Tahun 2021.

Hj. Laura menerangkan, data itu berdasarkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan yang menampilkan menampilkan beberapa indikator makro perekonomian mengalami perbaikan secara cukup signifikan, meskipun jika dibandingkan dengan kondisi sebelum muncul Covid — 19 angkanya masih relatif rendah.

Padahal, saat wabah Covid — 19 muncul di awal tahun 2020, angka pertumbuhan ekonomi langsung mengalami penurunan, bahkan sampai menyentuh angka minus, yaitu -0,93.

Saat itu, situasi yang terjadi dimana ketakutan, kepanikan begitu merajalela, masyarakat tidak berani keluar rumah, dan semua aktivitas ekonomi nyaris lumpuh telah menyebabkan benteng perekonomian masyarakat nyaris jebol.

Baca Juga :  Bangkitkan UMKM Jawa Timur, BRI Gelar Pameran Virtual Lokal Keren Jatim

“Melayan ini, kita (pemerintah) bertindak sigap dengan menggelontorkan berbagai bantuan sosial yang membuat masyarakat sedikit bernapas,” tambah Hj. Laura.

Hj. Laura tidak menampik, dampak covid — 19 terhadap ekonomi memang sangat besar, tidak ada yang tidak terdampak, baik masyarakat kalangan bawah maupun atas semua merasakan dampak dari wabah ini.

Hal itu tampak dari angka rasio gini yang menjadi indikator ketimpangan di masyarakat, dimana angkanya relatif stabil baik sebelum maupun sesudah muncul covid — 19 yaitu di angka sekitar 0,28.

Disisi lain, untuk angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini menjadi konsentrasi Hj. Laura, pada saat terjadi covid — 19 angkanya juga tidak turun secara drastis.

Bahkan di tahun 2021 angkanya justru mengalami kenaikan hingga 66,46, meskipun jika dihitung masih berada di bawah rata — rata nasional yang mencapai angka 71,92.

“Ya, IPM ini meskipun angka tingkat pengangguran mengalami kenaikan, namun angkanya juga tidak terlalu besar, dari 3,91 persen di tahun 2019 kemudian 4,14 persen di tahun 2020 dan terakhir 4,24 persen di tahun 2021,” ujar Hj. Laura.

Baca Juga :  Yuk Intip Pengenalan Rem Canggih Pada Motor Honda dari Astra Motor Kaltim 1

Untuk itulah, pemerintah sangat optimis, angka itu akan turun drastis di tahun 2022.

Selain karena Covid — 19 sudah reda, hal itu juga akan dipengaruhi oleh membaiknya harga berbagai komoditas, seperti rumput laut dan kelapa sawit yang menyerap banyak tenaga kerja.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017, dimana tingkat pengangguran angkanya mencapai 7,24, maka situasi saat ini relatif lebih terkendali.

Terakhir Hj. Laura menyampaikan, data yang cukup menggembirakan adalah, semakin membaiknya angka harapan hidup masyarakat.

Meskipun ada Covid — 19 sekalipun, berdasarkan key statistic tahun 2019 hingga 2021, angka harapan hidup masyarakat di Nunukan mencapai 71,40 di tahun 2021, padahal di tahun 2019 atau sebelum Covid hanya 71,30, dan 71,34 di tahun 2020.

“Artinya masyarakat Nunukan semakin tahun semakin optimistis untuk move on, bangkit dan punya harapan besar untuk terus melanjutkan hidup,” beber Hj. Laura. (prokompim/raw/har)

Most Read

Lima Orang Dibekuk dalam Sehari

KPU Temukan 427 DPT Ganda

Siapkan 11 Program untuk 20 Tahun

Artikel Terbaru

/