BALIKPAPAN - Pemerintah diminta untuk memaksimalkan Bandara Sepinggan Balikpapan. Ketimbang mengubah status Bandara Nusantara, penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bandara komersial yang melayani penerbangan umum, serta penerbangan internasional.
Padahal dengan menjadi bandara umum yang melayani penerbangan internasional, Bandara Nusantara berpotensi membuat Bandara Sepinggan Balikpapan menjadi sepi penumpang. Termasuk dengan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno berpendapat sebaiknya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengembalikan fungsi Bandara Nusantara sebagai bandara yang hanya melayani penerbangan Very Very Important Person (VVIP) atau tamu kenegaraan. Termasuk dengan penerbangan kenegaraan dari Presiden.
“Jadi Bandara Nusantara untuk Presiden dan mayoritas tamu kenegaraan saja. Sehingga enggak mengganggu penerbangan rutin di Bandara Sepinggan,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (22/9).
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini juga menegaskan jika Bandara Nusantara hanya melayani penerbangan Presiden dan tamu kenegaraan atau VVIP, maka akan membuat traffic atau lalu lintas penerbangan menjadi terbagi.
Ketimbang menjadikan Bandara Nusantara sebagai bandara umum dan bandara internasional. Menggeser posisi Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
“Kalau untuk penerbangan untuk umum, Bandara Sepinggan masih cukup kok. Tinggal dikembangkan aja lagi. Sesuai dengan perencanaan yang ada,” jelas dia.
Di mana, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Sepinggan sudah memiliki rencana pengembangan jangka panjang, untuk menunjang IKN. Yakni memperpanjang runway atau landasan pacu Bandara Sepinggan dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter.
Sehingga dengan adanya pembagian lalu lintas penerbangan tersebut, di mana Bandara Nusantara hanya fokus pada penerbangan VVIP dan pesawat kepresidenan, maka menurut Djoko Setijowarno, akan memberikan dampak positif bagi bandara yang ada di sekitarnya. Baik itu, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, maupun Bandara APT Pranoto Samarinda.
“Bandara Sepinggan Balikpapan akan tetap ramai. Dan nantinya operasionalnya akan bisa selama 24 jam. Karena saat ini yang sudah beroperasi 24 jam, hanya 3 bandara. Di Bali (Bandara I Gusti Ngurah Rai), Bandara Soekarno-Hatta (Banten), dan Bandara Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan),” terangnya.
Sementara itu, Bandara APT Pranoto sebagai bandara umum, dapat menjangkau para penumpang dari wilayah Kaltim bagian timur, meliputi Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, dan juga Kutai Timur (Kutim).
Melalui pengembangan jalur darat. Di mana sudah ada perencanaan pembangunan jalan tol, yakni jalan Tol Samarinda yang akan terhubung ke Bandara APT Pranoto.
Yakni Seksi I Ruas Palaran-Bandara APT Pranoto dengan panjang 23,5 kilometer dan Seksi II Ruas Bandara APT Pranoto-Sambera sepanjang 24 kilometer, tersambung hingga Bontang.
“Makanya tinggal dikembangkan aja. Dibangun jalan tol menuju bandara, maka akan semakin ramai bandara itu,” pungkasnya. (kip/jnr)
Editor : Azwar Halim