Kejurprov Bulu Tangkis Kaltara Jadi Ajang Panaskan Persaingan Antaratlet

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB
DIBUKA : Suasana Pembukaan Kejuaraan Provinsi Bulu Tangkis Kaltara 2026 di GOR Naga Mas, Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIBUKA : Suasana Pembukaan Kejuaraan Provinsi Bulu Tangkis Kaltara 2026 di GOR Naga Mas, Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Perebutan gelar juara mewarnai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 yang berlangsung di GOR Naga Mas, Jalan Diponegoro, Tarakan, Rabu (14/10). Para atlet dari berbagai kategori beradu kemampuan untuk meraih hasil terbaik sekaligus membuktikan kesiapan setelah menjalani latihan.

Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan hadiah dan Piala Bergilir Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kaltara. Kejurprov juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji strategi permainan, menjaga konsistensi, dan menghadapi tekanan saat bertanding.

Ketua Umum PBSI Kaltara Hasan Basri, M.H., mengatakan, kejuaraan tingkat provinsi harus tetap berjalan agar atlet memiliki ruang untuk mengasah kemampuan melalui pertandingan. “Turnamen ini kami laksanakan setiap tahun, ada atau tidak ada anggarannya, tetap pelaksanaannya tetap jalan. Karena kalau kita mau terus bergantung dengan kondisi anggaran saja, saya rasa bulu tangkis kita agak susah berkembang” ujarnya, Rabu (14/10).

Menurutnya, pertandingan menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet untuk meningkatkan prestasi. Latihan rutin perlu diimbangi dengan kompetisi agar kemampuan yang dibangun dapat diuji secara langsung.

“Kalau kejuaraan ini tidak kita laksanakan, atlet-atlet juga kehilangan kesempatan untuk bertanding. Jadi, setiap tahun tetap kita upayakan ada kejuaraan,” katanya.

Hasan berharap para peserta bisa memanfaatkan turnamen ini untuk menunjukkan permainan terbaik. Hasil pertandingan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.

“Yang penting anak-anak ini punya kesempatan bertanding. Dari pertandingan, mereka bisa melihat kemampuan sendiri, apa yang masih kurang dan apa yang harus diperbaiki,” tuturnya.

Ia menjelaskan, persaingan di tingkat provinsi juga diharapkan menjadi pijakan bagi atlet untuk mengejar prestasi lebih tinggi. PBSI Kaltara selama ini mengupayakan agar atlet yang berhasil menjadi juara mendapat kesempatan melanjutkan persaingan di tingkat nasional melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas). “Juara-juaranya juga selalu kita kirim ke level nasional melalui Kejurnas PBSI,” ungkapnya.

Namun, tidak semua kategori atlet dapat memperoleh kesempatan tersebut. Hasan mengakui, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam mengirimkan atlet untuk mengikuti kompetisi di luar daerah. “Sekarang ini kita baru bisa mengirimkan atlet kategori taruna untuk mengikuti kejuaraan nasional,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap persaingan di Kejurprov tetap mampu memacu semangat atlet untuk terus berkembang. Prestasi di tingkat daerah diharapkan menjadi awal untuk menghadapi kompetisi yang lebih luas.

“Harapan kita, dari kejuaraan ini ada atlet-atlet yang bisa terus berkembang dan punya prestasi. Jangan hanya puas sampai tingkat provinsi, tetapi bagaimana mereka bisa melangkah ke nasional,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kaltara, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, Pemerintah Kota Tarakan, PBSI Kota Tarakan, serta pihak lain yang membantu penyelenggaraan turnamen.

"Dukungan berbagai pihak diperlukan agar kejuaraan dan pembinaan atlet dapat terus berlangsung. Dengan kompetisi yang rutin, atlet diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dan mampu mencatatkan prestasi lebih tinggi," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kejurprov bulu tangkis bulu tangkis tarakan