TARAKAN – Keterbatasan akses jalan selama ini menjadi kendala bagi masyarakat pesisir Pantai Amal Lama dan Tanjung Pasir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari membawa hasil kebun dan tangkapan laut hingga menjangkau sekolah dan fasilitas kesehatan, warga berharap pembangunan jalan baru dapat memberikan kemudahan.
Ketua RT 01 Pantai Amal Lama, Subuhana mengatakan, selama ini warga masih mengandalkan jalur pesisir untuk menjangkau wilayah lain. Perjalanan dengan berjalan kaki bahkan bisa memakan waktu hingga satu jam, terlebih ketika air laut pasang.
“Biasa jalan kaki lewat pantai itu kadang satu jam. Soalnya kita kalau air pasang, kadang harus lewat pinggir pesisir,” tuturnya, Selasa (13/10).
Menurut Subuhana, masyarakat setempat menggantungkan penghasilan dari hasil laut, seperti ikan, udang, dan rumput laut. Selain itu, warga juga memiliki hasil kebun yang perlu dibawa ke wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Dengan adanya akses jalan baru, ia berharap perjalanan masyarakat menuju Mamburungan maupun kawasan Amal menjadi lebih mudah. Warga juga diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada jalur pantai yang kondisi perjalanannya dipengaruhi pasang surut air laut.
“Ikan, udang, rumput laut juga. Dengan adanya jalan ini nanti, akses dari Amal ke Mamburungan lebih dekat lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Nurdin, warga Tanjung Pasir, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, akses yang lebih mudah sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk menunjang pendidikan anak-anak dan mempermudah warga memperoleh pelayanan kesehatan.
“Senang sekali kalau jalan ini bisa mempermudah warga. Anak-anak dari Tanjung Pasir bisa lebih mudah pergi ke sekolah di Amal. Kalau ada yang sakit dan harus berobat ke puskesmas di Amal, aksesnya juga lebih mudah,” kata Nurdin.
Ia berharap jalan tersebut nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Tidak hanya untuk pergi ke sekolah atau berobat, tetapi juga membantu warga membawa hasil kebun dan hasil usaha lainnya.
“Kalau aksesnya mudah, kami juga lebih gampang membawa hasil kebun. Jadi, bukan hanya untuk anak-anak sekolah atau warga yang mau berobat, tetapi juga membantu aktivitas masyarakat sehari-hari,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT