Terputus Bertahun-tahun, Akses Tanjung Pasir dan Pantai Amal Mulai Dibuka

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:31 WIB
DIKERJAKAN : Kondisi aktivitas pembukaan badan jalan di kawasan Tanjung Batu dan Kelurahan Mamburungan untuk mempermudah akses masyarakat. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIKERJAKAN : Kondisi aktivitas pembukaan badan jalan di kawasan Tanjung Batu dan Kelurahan Mamburungan untuk mempermudah akses masyarakat. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Keterbatasan akses masih menjadi persoalan bagi masyarakat pesisir Tarakan. Untuk menjangkau wilayah lain, sebagian warga harus berjalan kaki menyusuri pantai hingga satu jam. Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika air laut pasang karena jalur yang biasa dilalui tidak selalu mudah dilewati.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026, badan jalan sepanjang 2,5 kilometer di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan, mulai dibuka. Jalur dengan lebar delapan meter ini direncanakan menghubungkan kawasan tersebut hingga sekitar Goa Maria, sehingga akses yang sebelumnya buntu dapat tersambung.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan, pembanguna menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang memerlukan peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas. Menurut dia, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di kawasan yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Khairul berharap, berbagai kegiatan dalam TMMD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya berharap berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat mendukung kebutuhan masyarakat, meningkatkan aksesibilitas wilayah, serta memperkuat kualitas kehidupan sosial dan ekonomi warga,” katanya.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah akses penghubung di kawasan Tanjung Batu. Selama ini, warga yang hendak menuju wilayah lain masih menghadapi keterbatasan jalur. Padahal, masyarakat setempat memiliki aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perikanan dan perkebunan.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan, lokasi tersebut dipilih karena akses jalan yang ada saat ini masih terputus. Melalui pekerjaan TMMD, pihaknya berupaya membuka jalur agar dapat tersambung dengan akses berikutnya.

“Kenapa kita memilih di Tanjung Batu ini, di Mamburungan ini? Karena ini merupakan akses yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pada saat ini, kondisi jalan di Tanjung Batu terhenti atau buntu sampai di sini,” terangnya.

Jalan yang dibuka memiliki panjang 2.500 meter atau 2,5 kilometer dengan lebar delapan meter. Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 30 hari. Namun, pelaksanaannya diharapkan dapat lebih cepat dari waktu yang telah direncanakan. “Kita estimasi 30 hari. Tapi untuk percepatan, mudah-mudahan kita bisa lebih cepat dari apa yang ditargetkan,” kata Danan.

Ia menjelaskan, pekerjaan kali ini masih sebatas pembukaan badan jalan dan belum sampai pada tahap pengerasan menggunakan material agregat. Karena itu, pembukaan jalur menjadi tahap awal untuk menyediakan akses penghubung bagi masyarakat.

Pengerjaan melibatkan personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Sekitar 150 warga turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Untuk kebutuhan saluran air, Satgas TMMD juga akan memasang gorong-gorong di titik yang diperlukan.

Danan memperkirakan, apabila jalan tersebut tersambung dan dapat digunakan, waktu perjalanan masyarakat menuju akses berikutnya bisa berkurang cukup signifikan. “Kalau jalan ini bisa terbangun dengan lancar dan bisa digunakan, memberikan manfaat bagi masyarakat, akan memangkas banyak waktu untuk menuju ke akses berikutnya, bisa sekitar satu sampai satu setengah jam,” ungkapnya.

Meski demikian, pekerjaan di lapangan masih menghadapi tantangan cuaca yang berubah-ubah. Hujan yang turun tiba-tiba dapat memengaruhi proses pembukaan badan jalan sehingga perlu diantisipasi selama pengerjaan berlangsung.

“Kendala sementara ini cuaca. Karena cuaca di Kota Tarakan ini tiba-tiba hujan, tiba-tiba panas, sehingga itu membutuhkan perencanaan yang matang dan kita antisipasi sejak awal supaya berbagai kendala itu bisa kita atasi,” jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
pembukaan jalan tarakan akses jalan