Belum Ada Kepastian Beasiswa dari Pemprov, Beasiswa Desa Sarjana Jadi Pilihan Mahasiswa Asal Malinau

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:03 WIB
Akademisi Kesehatan Politeknik Kaltara, Dr Muhammad Aris M.Kes
Direktur Politeknik Kaltara, Dr Muhammad Aris M.Kes

TARAKAN - Keterbatasan akses beasiswa masih menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa dalam memenuhi biaya pendidikan di perguruan tinggi. Selain mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi, Politeknik Kaltara juga melihat peluang bantuan pendidikan melalui pemerintah kabupaten hingga program yang bersumber dari dana desa.

Direktur Politeknik Kaltara, Dr. Muh. Aris, M.Kes., mencontohkan program Beasiswa Desa Sarjana di Kabupaten Malinau yang telah membantu mahasiswa asal daerah tersebut dalam membiayai pendidikan mereka.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh bantuan biaya kuliah, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan beasiswa dari pemerintah provinsi.

“Kami berharap ada juga dukungan dari pemerintah kabupaten. Kalau Malinau ada Beasiswa Desa Sarjana, alhamdulillah mahasiswa kami biasa mendapatkan itu,” katanya.

Selain program beasiswa kabupaten, pihak kampus juga berencana menelusuri mekanisme bantuan pendidikan yang bersumber dari dana desa. Upaya ini diarahkan untuk mengetahui peluang dukungan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Skema tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi mahasiswa yang belum memperoleh beasiswa provinsi. Dengan demikian, sumber bantuan pendidikan tidak hanya bergantung pada satu program, tetapi juga dapat dijajaki melalui berbagai skema yang tersedia di daerah asal mahasiswa," terangnya.

Aris menjelaskan, bantuan beasiswa memiliki dampak langsung terhadap kemampuan mahasiswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran kuliah. Selama ini, kampus memberikan pilihan pembayaran secara mencicil untuk membantu mahasiswa yang belum mampu melunasi biaya pendidikan sekaligus.

Namun, keberadaan beasiswa dinilai dapat meringankan beban keluarga karena mahasiswa memiliki dukungan dana untuk menyelesaikan pembayaran kuliah tanpa harus mengandalkan cicilan. “Dengan adanya beasiswa itu sangat terbantukan untuk membiayai kuliah mereka. Yang tadinya mereka mungkin bisa membayar dengan cara mencicil, dengan adanya beasiswa mereka bisa langsung melunasi,” tuturnya.

Karena itu, Aris berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap akses bantuan pendidikan bagi putra-putri daerah yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjangkau mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Yang kita harapkan adalah bantuan pemerintah kabupaten atau provinsi, karena itu adalah putra-putri kita,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan beasiswa mahasiswa