KONI Tarakan Matangkan Persiapan Porprov, Evaluasi Program hingga Regenerasi Pengurus

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28 WIB
DIMATANGKAN: Suasana pertemuan pematangan persiapan Porprov II Malinau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DIMATANGKAN: Suasana pertemuan pematangan persiapan Porprov II Kaltara di Malinau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Malinau menjadi salah satu agenda utama yang dibahas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan dalam rapat kerja (raker), Sabtu (10/10).

Rapat yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan itu juga membahas evaluasi program kerja 2025, penyusunan agenda tahunan, laporan keuangan, hingga keberlanjutan kepengurusan organisasi yang dijadwalkan berakhir pada 2027.

Wakil Ketua KONI Tarakan, Bismark Sanusi mengatakan, raker menjadi kesempatan bagi pengurus dan perwakilan cabang olahraga (cabor) untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus membahas kebutuhan organisasi ke depan. Namun, menjelang Porprov II Kaltara, perhatian juga diarahkan pada perkembangan persiapan kontingen Tarakan.

Menurut dia, penjelasan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tarakan menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam forum tersebut. Pasalnya, pembukaan Porprov II Kaltara dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026 di Kabupaten Malinau.

“Yang lebih penting menurut saya adalah mendengar penjelasan dari Ibu Kepala Disparpora, karena insyaallah tanggal 10 November sudah dilaksanakan pembukaan,” ujar Bismark.

Dia berharap raker tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menghasilkan informasi dan masukan yang dapat digunakan untuk mematangkan persiapan atlet. Perkembangan setiap cabor perlu disampaikan agar pengurus memiliki gambaran mengenai kesiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut.

"Koordinasi antara KONI, Disparpora, dan pengurus cabor dinilai penting untuk menyelaraskan kebutuhan persiapan kontingen. Dengan waktu menuju pembukaan yang semakin dekat, pembahasan mengenai kesiapan atlet dan masing-masing cabor menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian," tuturnya.

Selain agenda Porprov, raker turut menyoroti masa kepengurusan KONI Tarakan yang akan berakhir pada 2027. Menurut Bismark, agenda pergantian kepemimpinan perlu mulai menjadi pembahasan agar dapat dipersiapkan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.

Pembahasan mengenai kepengurusan berikutnya menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi. Di sisi lain, evaluasi program dan laporan keuangan juga diperlukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan sebelumnya sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja mendatang.

"Raker inj juga membuka ruang pembahasan mengenai kebutuhan internal organisasi, termasuk penerimaan calon anggota dan berbagai agenda yang berkaitan dengan pembinaan olahraga di Tarakan," katanya.

Bismark berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pandangan dan masukan secara terbuka. Dengan begitu, keputusan yang dihasilkan tidak hanya mendukung jalannya organisasi, tetapi juga memperkuat upaya pembinaan olahraga di Tarakan.

"Hasil pembahasan raker diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi KONI Tarakan dalam menyelaraskan program organisasi dengan kebutuhan persiapan kontingen," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
koni kaltara olahraga porprov