Gempa Sabah M5,0 Terasa hingga Tarakan, Ini Penjelasan BMKG

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 01:52 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

TARAKAN – Aktivitas tektonik di wilayah Sabah, Malaysia, memicu gempa bumi dengan magnitudo M5,0 pada Selasa (6/10) malam. Guncangan dari gempa dangkal tersebut turut dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Utara.

Gempa terjadi pukul 21.11 WITA. Berdasarkan hasil pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berada pada kedalaman 13 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Andi Azhar Rusdin mengatakan, pusat gempa berada di daratan pada koordinat 5,05 derajat Lintang Utara dan 118,85 derajat Bujur Timur.

“Pusat gempa berada sekitar 234 kilometer arah timur laut Tarakan, Kalimantan Utara,” ujar Andi, Selasa (6/10).

Menurutnya, karakteristik gempa menunjukkan sumber yang relatif dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber juga mengindikasikan adanya pergerakan naik pada sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault,” jelasnya.

Guncangan paling terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan. Berdasarkan estimasi shakemap dan laporan masyarakat, wilayah Sebatik Utara, Sebatik Timur, dan Sebatik Tengah merasakan gempa pada skala III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menyerupai sensasi saat kendaraan berat melintas. Sementara itu, masyarakat di Kota Tarakan melaporkan guncangan dengan intensitas II-III MMI.

Meski getarannya dirasakan hingga Kalimantan Utara, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Andi.

Hingga pukul 20.25 WIB atau 21.25 WITA, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan.

BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi. Warga yang berada di sekitar bangunan terdampak juga diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.

“Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang terverifikasi,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan gempa