Kabut Asap Masih Selimuti Tarakan, ISPU Sempat Tembus 116

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:55 WIB
KABUT ASAP: Kota Tarakan masih diselimut kabut asap. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
KABUT ASAP: Kota Tarakan masih diselimut kabut asap. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di Kota Tarakan. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKUA), indeks standar pencemar udara (ISPU) saat ini berada di angka 87 atau masih dalam kategori sedang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Tarakan, Chaizir Zain mengatakan, kondisi tersebut sudah membaik dibandingkan sehari sebelumnya.

“Untuk hari ini melalui pemantauan di SPKUA itu ada di nilai 87 indeks. Tertinggi kemarin sampai dengan 97. Tapi masih dalam rentang kualitas sedang, itu diakibatkan oleh kabut asap,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurutnya, kabut asap yang terjadi saat ini bukan lagi berasal dari titik api di Kota Tarakan. Karhutla di wilayah Tarakan disebut sudah padam, sementara asap yang masih terpantau diduga merupakan kiriman dari wilayah lain di Pulau Kalimantan.

“Kalau menurut informasi dari BMKG itu kiriman dari arah daerah selatan, pulau Kalimantan. Jadi tergantung arah angin sebenarnya,” jelasnya.

Chaizir menyebut, kondisi kabut asap telah berlangsung sekitar dua bulan lebih. Bahkan dalam periode tersebut, ISPU Tarakan sempat mencapai angka 116 yang masuk kategori tidak sehat.

“Paling tinggi itu nilai indeks kita pernah menyentuh 116 kalau tidak salah. Itu kategori tidak sehat sudah. Tetapi itu hanya sebentar, habis itu turun lagi. Jadi fluktuatif, naik turun,” tuturnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kenaikan ISPU juga dinilai cukup cepat. Berdasarkan pemantauannya, indeks dapat meningkat sekitar dua hingga tiga poin setiap jam pada periode tertentu.

“Mulai dari jam 02.00 pagi sampai jam-jam pagi siang itu kenaikan ISPU dua sampai tiga poin per jam. Itu tergolong cepat sebenarnya. Biasanya kenaikannya satu jam itu satu poin,” ungkapnya.

Meski masih berada dalam kategori sedang, DLH mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, terutama kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak paparan asap. Aktivitas di luar ruangan masih memungkinkan dilakukan selama kondisi tidak memburuk.

“Untuk masyarakat diharapkan tetap menggunakan masker, terutama masyarakat kelompok rentan. Tapi kalau untuk beraktivitas di luar masih memungkinkan, tidak ada masalah,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla tarakan kabut asap