Pelayanan Imigrasi Tarakan Dinilai Memadai, Tapi ORI Kaltara Beri Sejumlah Catatan

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 20:31 WIB
MENINJAU : Tim ORI Perwakilan Kalimantan Utara saat melakukan penilaian pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MENINJAU : Tim ORI Perwakilan Kalimantan Utara saat melakukan penilaian pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan mendapat penilaian dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara). Penilaian dilakukan untuk melihat potensi maladministrasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar.

Tim Penilai ORI Kaltara dipimpin Asisten Muda Syahruddin menjelaskan, penilaian dilakukan melalui wawancara dengan sejumlah pejabat dan petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Senin (5/10). “Penilaian ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana penyelenggaraan pelayanan publik, baik dari sisi proses pelayanan maupun pengelolaan pengaduan masyarakat,” ujar Syahruddin.

Wawancara dilakukan terhadap pengelola pengaduan masyarakat, penanggung jawab serta verifikator layanan paspor baru, paspor hilang dan paspor rusak. Tim juga menelusuri proses penganggaran layanan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh pemohon.

Syahruddin mengatakan, penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan dokumen yang disampaikan penyelenggara. Tim juga melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan. “Kami tidak hanya melihat dari sisi administrasi. Kami turun langsung untuk melihat bagaimana masyarakat menerima pelayanan, bagaimana sistem antreannya, fasilitasnya, termasuk bagaimana petugas memberikan pelayanan,” jelasnya.

Ruang pelayanan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi salah satu lokasi yang ditinjau. Tim memeriksa sistem antrean, ruang tunggu, perangkat komputer hingga kamera pengawas atau CCTV. “Kami melihat ruang tunggu, perangkat pelayanan, sistem antrean dan CCTV. Semua ini menjadi bagian yang kami lihat untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik,” katanya.

Tim ORI Kaltara kemudian meninjau ruang pengambilan paspor, termasuk layanan pengambilan paspor drive-thru yang tersedia di Kantor Imigrasi Tarakan. “Kami juga melihat layanan pengambilan paspor, termasuk drive-thru. Ini merupakan fasilitas yang memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mengambil paspor dengan lebih mudah,” ujar Syahruddin.

Selain melihat fasilitas, tim juga berinteraksi langsung dengan pemohon yang sedang melakukan pengambilan paspor. Wawancara tersebut dilakukan untuk mengetahui pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan.

“Masukan dari masyarakat penting karena mereka yang secara langsung menggunakan layanan. Dari situ kami bisa melihat apakah pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” jelasnya.

Hasil peninjauan menunjukkan pelayanan di Kantor Imigrasi Tarakan dinilai sudah memadai. Ruang tunggu dinilai nyaman, petugas ramah dan sopan, sedangkan sistem antrean dinilai jelas. “Secara umum pelayanan di sini sudah memadai. Ruang tunggunya nyaman, petugasnya ramah dan sopan, kemudian sistem antreannya juga jelas,” katanya.

Tim ORI Kaltara juga memberikan apresiasi terhadap pemisahan antrean permohonan paspor dengan antrean pengambilan paspor. “Pemisahan antrean ini bagus karena pemohon permohonan dan pemohon yang hanya mengambil paspor tidak menumpuk di satu tempat. Ini membuat pelayanan lebih tertata,” ujar Syahruddin.

Meski mendapat penilaian positif, ORI Kaltara tetap memberikan sejumlah masukan kepada Kantor Imigrasi Tarakan. Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan pelayanan dan pencegahan maladministrasi.

“Penilaian ini bukan hanya untuk memberikan penilaian baik atau kurang baik. Kami juga memberikan beberapa catatan yang diharapkan bisa menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggara,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Okky Setyawan menyambut baik masukan yang diberikan ORI Kaltara. Setiap catatan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik penilaian dan masukan dari ORI Kaltara. Bagi kami, masukan ini penting untuk melihat bagian mana yang masih perlu diperbaiki dan disempurnakan,” ujar pihak Kantor Imigrasi Tarakan.

Pihak Imigrasi menegaskan pelayanan publik akan terus dievaluasi, termasuk fasilitas, sistem antrean, pengelolaan pengaduan maupun layanan pengambilan paspor. “Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan. Harapannya pelayanan yang sudah baik dapat dipertahankan dan hal-hal yang masih menjadi catatan bisa segera kami perbaiki,” tutupnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kaltara ombudsman ori imigrasi