TARAKAN - Pelampung suar merah nomor 2 di alur pelayaran Tarakan kembali berfungsi setelah sebelumnya mengalami kerusakan akibat ditabrak tugboat TB Linton. Pulihnya fasilitas tersebut memastikan salah satu penanda navigasi kembali dapat digunakan kapal yang melintas di perairan Tarakan.
Keberadaan pelampung suar tersebut sangat penting karena menjadi bagian dari Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Fasilitas ini membantu nakhoda mengenali jalur pelayaran, batas alur aman serta potensi bahaya di sekitar perairan.
Kasubag Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas III Tipe A Tarakan, Dalmon mengatakan, setelah dilakukan perbaikan, pelampung suar tersebut kembali menjalankan fungsinya sebagai penanda bagi pengguna alur pelayaran.
“Fungsi SBNP ini membantu seluruh nakhoda yang berlayar sebagai penanda bahwa di situ ada bahaya navigasi atau tidak, sebagai penanda batas alur pelayaran yang aman, dan sebagai penanda rute,” ujar Dalmon, Sabtu (3/10).
Menurutnya, berfungsinya kembali pelampung suar harus diikuti dengan kedisiplinan pengguna alur pelayaran. Setiap nakhoda wajib memperhatikan rambu dan mengikuti ketentuan sistem rute serta tata cara berlalu lintas di laut.
“Inilah yang harus ditaati oleh seluruh nakhoda saat keluar masuk alur pelayaran Pelabuhan Tarakan,” katanya.
Dalmon mengingatkan, keberadaan SBNP berkaitan langsung dengan keselamatan pelayaran. Apabila kapal tidak mengikuti penanda yang tersedia, risiko mengalami kecelakaan dapat meningkat, termasuk kemungkinan kandas di gusung atau menabrak karang.
"Karena itu, kami berharap kejadian yang menyebabkan pelampung suar rusak tidak kembali terjadi. Seluruh pengguna alur pelayaran diminta menjaga fasilitas navigasi yang telah dipasang untuk membantu keselamatan perjalanan kapal," tukasnya.
Selain nakhoda, nelayan juga diminta ikut mengawasi kondisi pelampung suar dan fasilitas navigasi lainnya. Nelayan yang lebih sering berada di perairan dinilai dapat membantu memberikan informasi apabila menemukan rambu yang mati, rusak maupun bergeser.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari teman-teman, tidak hanya nakhoda tapi dari nelayan juga. Selama ini nelayan sangat support, mereka yang lebih cepat berada di lapangan dan memberitahukan informasi apabila ada rambu suar yang mati atau rusak,” ungkapnya.
Laporan tersebut penting bagi petugas, mengingat pengawasan di lapangan juga menghadapi keterbatasan personel dan kapal patroli navigasi. “Kadang kami harus setelah dapat laporan dari nelayan baru bergerak,” lanjut Dalmon.
"Dengan kembali berfungsinya pelampung suar merah nomor 2, Distrik Navigasi Kelas III Tipe A Tarakan berharap pengguna alur pelayaran semakin disiplin mengikuti rambu," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT