TARAKAN – Rencana berobat yang disampaikan seorang wanita berinisial JDN kepada keluarganya berujung pada kabar duka. Perempuan yang tinggal di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan kawasan Mangrove, Rabu (30/9) sore.
Kejadian tersebut diketahui keluarga setelah anak korban mendapat informasi dari seorang temannya sekitar pukul 16.30 WITA. Saat didatangi, JDN sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian diketahui telah meninggal dunia.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Rusli mengatakan, sebelum kejadian, korban sempat berpamitan kepada anaknya sekitar pukul 16.05 WITA. Saat itu, korban menyampaikan hendak pergi berobat ke arah depan Kompleks Gusher.
“Kalau informasi awal yang kami dapat, sekitar pukul 16.05 WITA korban sempat bilang ke anaknya mau pergi berobat ke arah depan Kompleks Gusher. Setelah itu korban keluar dari rumah,” ujar Rusli, Kamis (1/10).
Tak berselang lama, kabar mengenai kondisi korban diterima anaknya. Informasi tersebut datang dari seorang teman yang mengetahui korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar depan Kompleks Gusher.
Anak korban kemudian mendatangi lokasi. Di tempat tersebut, korban ditemukan sudah tidak sadarkan diri. Keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan penanganan awal dan melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
“Anaknya dapat kabar dari temannya, kemudian langsung datang ke lokasi. Saat sampai di sana, korban memang ditemukan sudah tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah meninggal,” kata Rusli.
Personel Polsek Tarakan Barat selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Sejumlah saksi dimintai keterangan, sementara informasi dari pihak keluarga turut digali untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.
Menurut Rusli, polisi masih mengumpulkan informasi dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya korban. “Rangkaian kejadiannya masih kami kumpulkan. Kami tidak mau menyampaikan lebih jauh kalau memang belum ada informasi yang jelas. Yang kami pegang sekarang keterangan keluarga dan saksi yang sudah kami mintai keterangan,” tuturnya.
Dalam proses penanganan, keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan penolakan terhadap tindakan visum jenazah di RSUD Kota Tarakan. Pernyataan tersebut dibuat di Mako Polsek Tarakan Barat. “Untuk visum, keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak. Itu sudah dibuat di Polsek Tarakan Barat. Jadi untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah, keluarga sudah menyatakan penolakannya,” ungkap Rusli.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan keterangan untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.
“Kalau ada informasi yang beredar, jangan langsung disimpulkan atau disebarkan kalau belum tahu sumbernya. Kalau ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, silakan sampaikan kepada polisi supaya bisa kami cek,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT