Dorong Produksi Pangan, MBG Diharapkan Serap Hasil Petani Kaltara

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB
MBG: Pelaksanaan MBG di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MBG: Pelaksanaan MBG di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penguatan sektor pangan di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan adanya pasar yang mampu menyerap hasil produksi petani, peternak, pekebun dan nelayan secara berkelanjutan.

Akademisi Ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan (UBT) Dr. Margiyono mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimanfaatkan untuk menciptakan permintaan terhadap komoditas pangan lokal. “Seharusnya berapa pun kapasitas produksi pangan Kaltara itu harus mutlak diintegrasikan dengan program MBG,” katanya.

Menurut Margiyono, kebutuhan telur, daging ayam, sayur-mayur, beras hingga ikan dalam program MBG semestinya sebanyak mungkin dipenuhi dari produksi lokal. Dengan begitu, program tersebut tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menciptakan pasar bagi hasil produksi daerah.

Peningkatan permintaan terhadap komoditas lokal, kata dia, akan memberikan ruang bagi produsen untuk memperoleh harga yang lebih baik. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong petani dan pelaku usaha pangan meningkatkan produksinya.

“Kalau harganya baik, maka tujuan yang kita kehendaki itu adalah petani menjadi lebih bersemangat untuk memproduksi beras, memproduksi sayur-mayur, memproduksi daging ayam, memproduksi telur ayam,” jelasnya.

Margiyono menilai pola tersebut juga dapat menciptakan surplus ekonomi di sektor pangan. Surplus yang diperoleh pelaku usaha dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan atau subsidi pemerintah.

Efek berikutnya, lanjut dia, dapat mendorong lebih banyak generasi muda masuk ke sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Bertambahnya tenaga produktif di sektor tersebut berpotensi meningkatkan produksi pangan Kaltara.

“Kalau anak-anak muda, kalau milenial itu masuk kepada sektor ini, tentu akan meningkatkan produktivitas pangan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kaltara ekonomi Mbg pangan