Butuh Shelter Khusus untuk Tangani ODGJ dan Warga Terlantar di Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:45 WIB
BUTUH SHELTER : Ilustrasi ODGJ Ditertibkan di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BUTUH SHELTER : Ilustrasi ODGJ Ditertibkan di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Tarakan dinilai belum cukup hanya melalui upaya penertiban. Sebab, ODGJ yang telah diamankan kerap kembali ke jalan karena belum mendapat penanganan lanjutan secara memadai.

Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan Sofyan mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam penanganan ODGJ di lapangan. Menurutnya, penertiban perlu diikuti dengan fasilitas yang dapat menampung dan memberikan perawatan secara berkelanjutan.

Ia menilai Tarakan membutuhkan tempat khusus atau shelter untuk menangani ODGJ maupun warga terlantar yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Fasilitas tersebut juga dinilai penting karena ODGJ yang berada di Tarakan tidak seluruhnya merupakan warga setempat.

“Mungkin sudah waktunya dipikirkan tempat khusus penampungan, shelter untuk khusus rumah sakit jiwa khusus. Jadi kita amankan, mungkin provinsi nanti bagaimana menyikapinya. Karena yang datang ini bukan hanya warga Tarakan saja,” terangnya, Selasa (29/9).

Sofyan mengatakan, ODGJ masih memiliki peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih normal apabila mendapatkan perawatan secara rutin. Salah satunya melalui kepatuhan mengonsumsi obat sesuai penanganan medis.

Namun, kondisi di lapangan membuat upaya tersebut tidak mudah dilakukan. Keterbatasan fasilitas dan program penanganan menyebabkan ODGJ yang telah ditertibkan berpotensi kembali ke jalan tanpa mendapatkan perawatan berkelanjutan.

“Bisa saja dia normal kalau rutin minum obat, meski tidak bisa sembuh. Tapi masalahnya ODGJ di sana tidak mendapatkan penanganan yang maksimal jadi mereka susah untuk sehat kembali,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan gepeng odgj orang terlantar