TARAKAN - Sikap masyarakat di kawasan Kampung Bersinar yang menjadi titik rawan peredaran narkotika ternyata tidak seragam.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan Evon Meternik mengungkapkan, ada warga yang mendukung upaya pemberantasan, tetapi ada pula yang justru mendukung jaringan.
Menurut Evon, warga yang berpihak pada upaya pemberantasan sebenarnya mengetahui aktivitas jaringan di lingkungannya. Namun, mereka memilih memberikan informasi secara diam-diam karena takut.
“Ada yang mendukung kita, tapi secara diam-diam karena mereka takut. Mereka ingin mencari aman-aman saja. Paling membisikkan saja, Pak, di sana masih ada,” ungkapnya, Senin (28/9).
Kondisi berbeda ditemukan pada sebagian masyarakat lainnya. Evon mengatakan, ada warga yang justru mendukung jaringan karena sudah lama menikmati kehidupan dari aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan peredaran narkotika.
“Ada juga yang tidak mendukung kita, mendukung jaringan, karena sudah terlanjur menikmati kehidupan di sana. Jadi mereka sudah bertahun-tahun hidupnya dari sana. Akhirnya menjadi pendukung jaringan, bukan mendukung tugas kita,” lanjutnya.
Perbedaan sikap tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi BNNK Tarakan. Sebab, di tengah masyarakat terdapat warga yang bersedia memberikan informasi kepada petugas, tetapi ada pula yang memiliki ketergantungan terhadap keberadaan jaringan.
Evon menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi. Berdasarkan pemetaan BNNK, sebagian masyarakat di kawasan tersebut memiliki keterbatasan keterampilan dan kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Rata-rata masyarakat di situ tidak punya skill. Mereka tidak punya kemampuan bekerja, sehingga pekerjaan mereka yang paling mudah ikut jaringan tersebut,” ungkapnya.
Menurut Evon, persoalan tersebut harus diselesaikan dari akarnya. Jika masyarakat masih memiliki ketergantungan terhadap aktivitas jaringan, upaya pemberantasan dinilai akan menghadapi persoalan yang sama secara berulang.
“Kalau masalah itu tidak dipecahkan penyebabnya, maka akan terus berjalan. Kita kadang-kadang cuma ditanya orang itu apa akibatnya, tapi sebabnya ini tidak pernah kita pecahkan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT