Api Kafe Patron Berkobar, 12 Personel PMK Tarakan Uji Kecepatan Respons

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:32 WIB
SIMULASI : PMK Tarakan saat melakukan simulasi penanganan kebakaran di Kafe Patron. ISTIMEWA
SIMULASI : Petugas PMK Tarakan saat melakukan simulasi penanganan kebakaran di Kafe Patron. ISTIMEWA

TARAKAN - Kepulan api muncul di Kafe Patron, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 67, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Senin (28/9) siang. Dalam hitungan menit, armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan bergerak menuju lokasi.

Kondisi tersebut dibuat menyerupai kejadian kebakaran sebenarnya. PMK Tarakan menjadikan momen itu sebagai simulasi untuk mengukur kesiapsiagaan personel sekaligus kecepatan respons ketika menerima laporan keadaan darurat.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (PMK) dan Penyelamatan, Eko Supriatnoko mengatakan, simulasi dibuat tanpa diketahui seluruh personel. Informasi kejadian hanya disampaikan kepada jajaran pimpinan sebelum diteruskan kepada regu piket.

“Informasi kami terima sekitar pukul 13.03 WITA, kemudian regu piket langsung kami kerahkan ke lokasi,” ujarnya, Senin (28/9).

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari regu sektor barat dan Markas Komando (Mako). Dua unit armada pemadam juga dikerahkan untuk mengetahui seberapa cepat personel dapat merespons laporan.

"Dari hasil pengujian, unit sektor barat tiba sekitar empat menit setelah menerima informasi. Selang sekitar satu menit kemudian, unit dari Mako tiba di lokasi," jelasnya.

Selain menguji waktu tempuh, simulasi juga difokuskan pada penanganan kebakaran yang melibatkan tabung gas berukuran 12 kilogram. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan berbeda karena api tidak dapat serta-merta dipadamkan hanya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

"Petugas terlebih dahulu melakukan penyemprotan menggunakan nozzle untuk mengendalikan api sekaligus mendinginkan sumber gas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar sebelum sumber gas berhasil diamankan," ucapnya.

Lanjutnya, setelah sumber gas dinyatakan aman, petugas kemudian melakukan pemadaman hingga kondisi lokasi dinyatakan terkendali. Seluruh rangkaian simulasi penanganan berlangsung sekitar tujuh menit.

"Kegiatan serupa secara berkala dilakukan PMK Tarakan dengan melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya perkantoran, latihan juga menyasar restoran, kafe dan fasilitas lain yang memiliki potensi menghadapi kondisi kebakaran," tukasnya.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam menghadapi kebakaran juga menjadi bagian penting. Sebab, penanganan pada menit-menit awal dapat menentukan apakah api dapat segera dikendalikan atau justru berkembang dan meluas.

“Tahap awal kebakaran itu golden time. Prinsip paling utama dalam kebakaran adalah melokalisir atau memblok supaya api tidak meluas. Itu yang terus kami edukasikan kepada masyarakat,” katanya.

"Melalui simulasi ini, kami tidak hanya mengevaluasi kecepatan mobilisasi personel dan armada, tetapi juga memastikan setiap petugas memahami prosedur penanganan sesuai karakteristik kebakaran yang dihadapi di lapangan," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan simulasi kebakaran pemadam kebakaran