Tahun Ini Hampir 40 Sekolah Dapat Revitalisasi, Disdik Tarakan Susun Pemetaan 2027

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:45 WIB
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penataan sarana pendidikan di Kota Tarakan terus dilakukan seiring masih ditemukannya sejumlah sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan. Tahun ini, hampir 40 satuan pendidikan masuk dalam program revitalisasi dengan pola pekerjaan yang disesuaikan kondisi masing-masing sekolah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Tamrin Toha, S.T., M.Sc., mengatakan, revitalisasi mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Tidak seluruh sekolah mendapat bentuk pekerjaan yang sama karena tingkat kerusakan dan kebutuhan fasilitas berbeda.

“Di tahun ini hampir 40 sekolah yang mendapatkan revitalisasi. Ada PAUD, SD maupun SMP. Pekerjaannya tidak sama, ada yang rehabilitasi, ada pembangunan baru, dan ada juga yang dibongkar kemudian dibangun kembali,” ujar Tamrin, Jumat (25/9).

Menurutnya, rehabilitasi menjadi bentuk penanganan yang paling banyak dilakukan. Perbaikan diarahkan pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan sehingga fasilitas dapat kembali digunakan secara layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Penentuan sekolah penerima revitalisasi dilakukan dengan melihat kondisi sarana dan prasarana. Sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat menjadi prioritas, sedangkan kerusakan ringan masih dapat ditangani secara mandiri oleh satuan pendidikan.

“Kalau kerusakannya ringan, sekolah masih bisa melakukan perbaikan menggunakan BOS. Yang kita prioritaskan untuk revitalisasi adalah sekolah dengan kondisi kerusakan sedang sampai berat,” jelasnya.

Selain kondisi bangunan, keterbatasan lahan juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan sekolah. Pada sejumlah lokasi, penambahan bangunan secara horizontal sulit dilakukan karena lahan sekolah sudah terbatas. Karena itu, pembangunan bertingkat menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji Disdik Tarakan. Namun, penerapannya tidak dapat dilakukan secara seragam karena harus mempertimbangkan kekuatan struktur bangunan yang sudah ada.

“Tidak semua bangunan bisa langsung ditambah lantai. Kita harus lihat dulu struktur bangunannya. Kalau memang memungkinkan, bisa dikembangkan dua atau tiga lantai. Tetapi kalau bangunan lamanya tidak mendukung, tentu perhitungannya berbeda,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan sekolah pendidikan revitalisasi sekolah