Sumber Air Baku Masih Kritis, Perumda Tirta Alam Tarakan Siapkan Bantuan Air Gratis

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB
MASIH KRITIS: Kondisi salah satu Embung di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MASIH KRITIS: Kondisi salah satu embung di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Sejumlah sumber air baku yang menjadi andalan Perumda Tirta Alam Tarakan masih menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Dari beberapa sumber yang digunakan untuk menopang produksi air bersih, tiga embung masih berada dalam kondisi kritis.

Kepala Bagian Operasional Perumda Tirta Alam Tarakan, Sunarto mengatakan, sejumlah sumber air baku dan instalasi pengolahan yang saling terhubung. Di antaranya Embung Bengawan, Embung Rawasari, Embung Wana Wisata Persemaian, sistem Kampung Bugis, Embung Binalatung hingga Embung Indulung.

“Dari sejumlah sumber air, tiga embung masih berada dalam kondisi kritis. Ketiganya yakni Embung Binalatung, Embung Rawasari dan Embung Wana Wisata Persemaian,” jelasnya, Rabu (23/9).

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Embung Binalatung. Ketinggian air di sumber tersebut masih berada pada minus 262 sentimeter. Kondisi itu membuat Binalatung belum dapat diandalkan untuk menopang kebutuhan air baku seperti dalam kondisi normal.

Sementara itu, Embung Indulung yang selama ini melayani wilayah Kelurahan Pantai Amal dan Tanjung Pasir masih dijaga dan belum dimanfaatkan secara maksimal sejak terjadinya krisis air. “Embung Indulung itu semenjak terjadi krisis air sampai hari ini kita tidak pernah petik airnya, khususnya untuk melayani wilayah Kelurahan Pantai Amal dan Tanjung Pasir,” ungkapnya.

Di tengah kondisi sumber air baku yang belum sepenuhnya pulih, Perumda Tirta Alam Tarakan juga tetap menyiapkan bantuan air bersih gratis bagi masyarakat yang mengalami gangguan pasokan. Namun, penyaluran bantuan tidak dilakukan secara perorangan. Mekanisme distribusi dilakukan secara berkelompok melalui koordinasi di tingkat rukun tetangga (RT).

Warga yang mengalami gangguan pasokan air dapat mengajukan permohonan melalui RT. Permohonan tersebut kemudian dapat diteruskan kepada Perumda Tirta Alam Tarakan maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti.

“Bantuan air gratis itu untuk kelompok. Misalnya ada warga yang sekiranya tidak mengalir. Ketua RT nanti mengirim surat ke PDAM atau ke BPBD, nanti BPBD meneruskan ke PDAM,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
air baku tarakan embung pdam Perumda Tirta Alam Tarakan