TARAKAN - Upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) kembali dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan. Razia gabungan digelar dengan melibatkan personel TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara), serta jajaran petugas Lapas, Selasa (22/9) malam.
Kegiatan tersebut menyasar blok dan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun peredaran narkoba di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini sekaligus tindak lanjut program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan lapas dan rumah tahanan.
“Kegiatan penggeledahan kamar hunian ini merupakan agenda yang kita laksanakan sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai tindak lanjut implementasi program akselerasi Menimipas. Sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan atau deteksi dini demi mewujudkan unit pelaksana teknis pemasyarakatan bebas dari narkoba,” ujar Jupri, Selasa (22/9) malam.
Razia diawali dengan apel gabungan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan terhadap WBP serta memberikan pengarahan sebelum penggeledahan kamar dilakukan.
Personel gabungan dari Kodim 0907/Tarakan, Brimob Polda Kaltara, Polres Tarakan, BNNP Kaltara dan Lapas Tarakan selanjutnya menyisir kamar hunian. Setiap sudut kamar diperiksa untuk memastikan tidak terdapat barang yang dilarang berada di dalam lapas.
Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas tidak menemukan barang yang mengindikasikan adanya peredaran narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya di dalam Lapas Kelas IIA Tarakan.
Selain penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap puluhan WBP dan petugas. Pemeriksaan dilakukan oleh tim BNNP Kaltara sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi lapas tetap terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.
Jupri menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan razia gabungan tersebut. Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Tarakan.
“Kami turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran serta sinergitas yang terjalin dengan APH TNI/Polri maupun BNNP Kaltara yang senantiasa membantu beragam kegiatan pengamanan hingga pelaksanaan razia gabungan malam ini,” katanya.
Dia berharap kegiatan serupa dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan kondisi Lapas Tarakan tetap aman dan kondusif. “Semoga dengan dilaksanakan razia gabungan personel ini, kita dapat memastikan situasi Lapas Tarakan yang aman, tertib dan kondusif serta jauh dari peredaran narkoba maupun gangguan kamtib. Kita semua berperan untuk mengawasi lapas ini agar semakin baik ke depannya,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT