Hujan Belum Banyak Tambah Cadangan Air, Tiga Embung di Tarakan Masih Kritis

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 15:38 WIB
MASIH KRITIS: Kondisi Embung Persemaian Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MASIH KRITIS: Kondisi Embung Persemaian Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Hujan yang mulai mengguyur Kota Tarakan dalam beberapa hari terakhir belum banyak memulihkan cadangan air baku Perumda Tirta Alam Tarakan. Dari sejumlah embung yang menjadi sumber air baku, tiga di antaranya masih berada dalam kondisi kritis.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Operasional Perumda Tirta Alam Tarakan Sunarto mengatakan, hujan yang turun belum merata dan durasinya belum cukup untuk memberikan tambahan signifikan terhadap beberapa sumber air baku. Dia mencontohkan kondisi Embung Kampung Satu.

Meskipun wilayah tersebut sempat diguyur hujan, durasinya tidak lebih dari satu jam sehingga belum memberikan perubahan terhadap ketinggian air. “Walaupun hujan, kemarin ternyata hujannya tidak merata. Kampung Satu sempat hujan, tapi tidak lebih dari satu jam. Dengan cakupan embung yang begitu besar, kalau hujan tidak sampai satu jam, ya tidak ada pengaruh sedikit pun,” ujarnya, Rabu (23/9).

Kondisi berbeda terjadi di Embung Indulung dan Embung Bengawan. Hujan yang turun memberikan tambahan terhadap ketinggian air di kedua embung tersebut. Embung Indulung mengalami kenaikan sekitar 12 sentimeter. Sementara Embung Bengawan mengalami kenaikan hingga 39 sentimeter.

“Yang terdampak hujan kemarin itu Embung Indulung dan Embung Bengawan. Kalau Embung Bengawan itu limpas 39 sentimeter. Kalau Embung Indulung itu naik 12 sentimeter,” jelasnya.

Sementara kata dia, Embung Kampung Satu hingga saat ini belum mengalami perubahan. Kondisinya masih berada pada minus 262 sentimeter. Lanjutnya, kondisi tersebut membuat Perumda Tirta Alam Tarakan masih harus menerapkan sistem penggiliran distribusi air untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan. Wilayah Tarakan Timur dan sebagian Tarakan Tengah mendapat pasokan secara bergiliran dengan pola dua hari untuk masing-masing wilayah.

"Pasokan untuk wilayah tersebut salah satunya berasal dari Embung Indulung yang ditransfer menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu. Mulai kemarin mau tidak mau digilir lagi. Ada pengiliran setiap dua hari-dua hari. Dua hari Tarakan Timur, dua hari Tarakan Tengah. Suplainya dari Embung Indulung ditransfer ke IPA Kampung Satu,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
air baku tarakan embung air bersih