Kaltara Diprediksi Hujan Sepekan, Angin Selatan Masih Bawa Kabut Asap ke Kaltara

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:58 WIB
ILUSTRASI GENERATE AI
ILUSTRASI GENERATE AI

TARAKAN - Perubahan cuaca mulai memberi harapan terhadap kondisi udara di Kalimantan Utara (Kaltara). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kaltara dalam sepekan ke depan. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi salah satu sumber munculnya asap.

Namun, hujan yang turun di wilayah Kaltara belum serta-merta membuat ancaman kabut asap berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyebut kondisi atmosfer masih memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa masuk ke Kaltara.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, secara umum peluang hujan di Kaltara cukup tinggi dalam satu minggu mendatang. Hujan diperkirakan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat. Sementara itu, kondisi cuaca secara lebih rinci untuk masing-masing kabupaten dan kota akan mengikuti pembaruan prakiraan harian yang dikeluarkan BMKG.

“Secara umum dalam satu minggu ke depan Kaltara diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat,” kata Khilmi, Selasa (22/9).

Potensi hujan tersebut menjadi perkembangan yang cukup penting di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan. Sebab, bertambahnya curah hujan dapat meningkatkan kelembapan lahan dan secara bertahap mengurangi tingkat kemudahan terjadinya kebakaran.

"Turunnya hujan bukan sebagai tanda bahwa persoalan kabut asap telah selesai. Karena, kualitas udara di Kaltara juga dipengaruhi kondisi cuaca dan sumber asap dari luar daerah. Pergerakan asap sangat bergantung pada kondisi angin. Saat angin masih dominan bergerak dari selatan menuju utara, asap dari wilayah yang mengalami karhutla di bagian selatan dapat terbawa menuju Kaltara,"katanya.

Lanjutnya, sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian berada di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Selain itu, aktivitas karhutla di wilayah Sulawesi juga menjadi bagian dari faktor yang perlu diperhatikan karena pergerakan massa udara dapat membawa dampak terhadap wilayah sekitarnya.

“Walaupun kita hujan, kalau di provinsi lain masih ada karhutla dan anginnya dominan dari selatan ke utara, kita tetap akan merasakan fenomena asap di Kaltara,” urainya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
hujan deras tarakan kaltara kabut asap cuaca