Kebakaran di Pesisir Tarakan Hanguskan Delapan Bangunan

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 21:52 WIB
TERBAKAR : Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gang Somel, RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Jumat (18/9). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TERBAKAR : Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gang Somel, RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Jumat (18/9). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kepulan asap tiba-tiba membumbung dari kawasan permukiman padat di pesisir Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Jumat (18/9) siang. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat kobaran api cepat meluas. Sedikitnya delapan bangunan dilaporkan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Gang Somel, RT 16 tersebut.

Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan, Sofyan mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 14.35 Wita. Lima menit berselang, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

"Laporan masuk 14.35 Wita, tiba di lokasi 14.40 Wita. Sampai di sini langsung melakukan penyemprotan. Lokasi kebakaran Jalan Gajah Mada, Gang Somel RT 16 Karang Rejo. Jumlah yang terbakar total ada delapan. Lima petak kontrakan pemilik atas nama Pak Ahmad, dan tiga lagi bangunan rumah tunggal. Semua dari kayu," ujarnya, Jumat (18/9).

Sebanyak empat unit mobil pemadam dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Armada itu di antaranya berasal dari Mako Kampung Satu, termasuk mobil tangki berkapasitas 10 ton untuk menyuplai air.

Petugas juga mendapat dukungan dari unit pemadam Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Timur. Penanganan di lapangan turut melibatkan TNI, Brimob, PMI, PDAM dan PLN. Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Akses menuju lokasi yang sempit diperparah dengan kendaraan warga yang terparkir di kedua sisi jalan. Kerumunan warga yang datang melihat kebakaran juga membuat ruang gerak armada menjadi terbatas.

"Kendala pertama kita masuk sudah dihadapkan dengan padatnya kendaraan yang menghalangi kita masuk. Parkir kiri kanan penuh dengan kendaraan. Kendala kedua kondisi air, kebetulan air mati, jadi kita agak kesulitan nyedot karena pas kejadian kondisi air surut," ungkapnya.

Petugas membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dijinakkan, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Petugas juga menerapkan sistem blokade pada bagian tertentu untuk menahan rambatan api agar tidak menjalar ke rumah-rumah lain di belakang lokasi kebakaran.

Sofyan menyebut penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Berdasarkan informasi sementara di lapangan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah milik warga bernama Sapri. Di sekitar lokasi, warga juga sempat melihat adanya bahan bakar solar. Sapri diketahui merupakan penyedia solar bagi nelayan. Kendati demikian, keberadaan solar tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan sumber api.

"Penyebabnya kita belum tahu pasti. Dugaan sementara dari rumah Pak Sapri. Di situ memang ada solar karena beliau penyedia solar untuk nelayan. Tapi untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan," jelasnya.

Salah seorang warga, Akbar mengatakan, dirinya sempat berada di sekitar rumah ketika melihat kepulan asap. Awalnya, warga belum menyadari api akan membesar dalam waktu singkat. "Kurang lebih sekitar setengah 3, sebelum salat Ashar.

Waktu pertama kali terbakar di sebelah kiri rumah beton ini. Kita di sini santai dulu, melihat asap. Lalu kita lari ke sebelah mau menolong, tapi sudah tidak bisa diselamatkan. Kalau ledakan tidak ada, tiba-tiba terbakar langsung membesar," tutur Fatahuddin.

Kondisi permukiman yang rapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat perambatan api. Jarak antarbangunan yang berdekatan serta dominasi material kayu membuat kobaran api dengan cepat berpindah ke bangunan lain.

"Kondisi air sungai di bawah permukiman yang pas surut turut menyulitkan petugas mendapatkan suplai air," pungkasnnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kebakaran