Polisi Periksa Dua Tahanan, Usut Kematian SRS di Rutan Polsek Tarakan Barat

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:51 WIB
IDENTIFIKASI : Polisi masih mendalami kematian tahanan SRS yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam sel. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
IDENTIFIKASI : Polisi masih mendalami kematian tahanan SRS yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam sel. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Kematian tahanan berinisial SRS di dalam sel masih didalami Polres Tarakan. Polisi memeriksa dua tahanan yang berada dalam satu sel dengan SRS untuk mengurai rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Tarakan IPTU Rusli mengatakan, keterangan kedua tahanan akan dicocokkan dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) serta temuan di lokasi. Salah seorang tahanan diketahui menjadi orang pertama yang melihat SRS dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tahanan tersebut kemudian meminta bantuan kepada teman satu selnya sebelum melaporkan kejadian kepada petugas jaga, jelasnya, Jumat (18/9). “Petugas Polsek Tarakan Barat yang menerima laporan langsung mendatangi sel. SRS kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Jusuf SK Tarakan untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Tapi, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan SRS telah meninggal dunia,” urainya.

Setelah SRS dinyatakan meninggal dunia, polisi melakukan pemeriksaan di lokasi. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah sebuah sarung yang ditemukan di bagian atas bekas pintu kamar mandi.

Temuan tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan awal adanya percobaan bunuh diri. Namun, polisi menegaskan dugaan itu belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian SRS. “Di lokasi ditemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Dugaan sementara mengarah ke percobaan bunuh diri. Tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena penyebab kematian harus dipastikan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik,” jelasnya.

Rusli menegaskan, penyebab kematian tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kondisi yang ditemukan di lokasi. Pemeriksaan medis dan forensik diperlukan untuk memastikan penyebab kematian secara lebih jelas.

Selain temuan sarung, polisi masih memeriksa posisi SRS ketika ditemukan, kondisi kamar mandi, rekaman CCTV, serta keterangan para tahanan yang berada di dalam sel. “Selain pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di dalam sel, kami juga akan meminta keterangan dari pihak keluarga SRS. Keterangan keluarga diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai kondisi SRS sebelum menjalani penahanan,” ungkapnya.

Saat ini, Polres Tarakan masih mengumpulkan seluruh keterangan dan bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum SRS ditemukan.

“Penyebab pastinya belum bisa kami sampaikan sebagai kesimpulan. Dugaan sementara memang mengarah ke percobaan bunuh diri, tetapi hasil pemeriksaan medis dan forensik tetap menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematiannya,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tahanan meninggal tahanan rutan tarakan polres tarakan