TARAKAN - Persoalan biaya praktik mahasiswa di RSUD dr. Jusuf SK kembali menjadi perhatian perguruan tinggi. Besaran tarif yang harus dibayarkan mahasiswa dinilai perlu menjadi bagian dari pembahasan bersama, terutama karena kegiatan praktik berlangsung dalam waktu cukup panjang dan melibatkan banyak mahasiswa.
Sebelumnya, Kamis (17/9) DPRD Provinsi Kaltara, RSUD dr Jusuf SK dan Universitas Borneo Tarakan (Tarakan) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam membahas mahalnya biaya praktik mahasiswa di RSUD dr Jusuf SK. Sehingga biaya tersebut diakui kampus sangat membebani mahasiswa.
Saat dikonfirmasi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Kaltara, Ns. Rohandi Baharuddin, M.Kep., mengatakan, kenaikan tarif tersebut cukup dirasakan dampaknya oleh institusi maupun mahasiswa. Terlebih, Politeknik Kaltara merupakan perguruan tinggi swasta yang sebagian pembiayaannya bersumber dari mahasiswa.
“Kalau saya secara pribadi melihat bahwa kenaikan tarif praktik mahasiswa itu memberatkan institusi dan juga pasti mahasiswa. Apalagi Politeknik Kaltara ini kampus swasta yang dari segi penganggaran bersumber dari mahasiswa sendiri,” jelasnya, Jumat (18/9).
Rohandi menyebut, sebelumnya tarif praktik yang dikenakan sekitar Rp12.500 per hari. Sementara saat ini tarif tersebut menjadi Rp30 ribu per hari. Kenaikan itu disebut cukup signifikan apabila dihitung berdasarkan lama praktik mahasiswa. Menurutnya, pihak rumah sakit sebelumnya menyampaikan bahwa tarif tersebut belum dievaluasi selama sekitar sembilan tahun. Namun, dari sisi perguruan tinggi, kenaikan tarif tetap perlu mempertimbangkan kemampuan mahasiswa dan fungsi pendidikan yang berlangsung di rumah sakit.
“Dari Rp12.500 menjadi Rp30.000 per hari, itu kenaikannya lebih dari 100 persen. Dampaknya sangat luar biasa, apalagi dalam kondisi ekonomi sekarang,” katanya.
Beban tersebut semakin terasa karena mahasiswa tidak hanya menjalani praktik dalam hitungan beberapa hari. Pada sejumlah kegiatan, masa praktik dapat berlangsung hingga belasan pekan. Rohandi mencontohkan praktik Keperawatan Medikal Bedah (KMB) yang melibatkan beberapa kelompok mahasiswa.
“Satu pekan itu lima hari. Di KMB itu ada Mawar, Dahlia, HD, OK dan Poli. Empat kelompok itu mereka ada 15 pekan,” katanya.
Jika tarif Rp30 ribu per hari dikalikan lima hari, maka biaya praktik mencapai Rp150 ribu per mahasiswa dalam satu pekan. Nilai tersebut kemudian masih dikalikan dengan jumlah mahasiswa dan lamanya masa praktik.
“Kalau misalkan Rp30.000, berarti Rp150.000 dalam satu pekan, dikali jumlah mahasiswa. Nanti kali jumlah pekannya mereka di sana. Itu baru satu departemen, belum lagi departemen yang lain,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT