Tahanan Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Rutan Polsek Tarakan Barat

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:22 WIB
PENYELIDIKAN : Petugas saat melakukan pemeriksaan di Rutan Polsek Tarakan Barat setelah seorang tahanan ditemukan meninggal dunia.
PENYELIDIKAN : Petugas saat melakukan pemeriksaan di Rutan Polsek Tarakan Barat setelah seorang tahanan ditemukan meninggal dunia. ISTIMEWA

TARAKAN - Polres Tarakan masih mendalami kematian SRS (42), tahanan perkara penganiayaan yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Rutan Polsek Tarakan Barat, Rabu (16/9) pagi. Setelah kejadian tersebut, penyelidikan diarahkan untuk memastikan rangkaian aktivitas SRS sebelum ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Tarakan IPTU Rusli mengatakan, hingga saat ini Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar area rutan serta meminta keterangan dari dua tahanan yang berada dalam satu sel dengan SRS

"Kami mencocokkan setiap informasi yang diperoleh dari lokasi dengan keterangan para tahanan. Kami masih berupaya memastikan kapan SRS terakhir terlihat oleh teman satu selnya hingga akhirnya masuk ke kamar mandi," ujarnya, Jumat (18/9).

Dijelaskan Rusli, SRS sebelumnya ditahan dalam perkara penganiayaan pada Sabtu (12/9/2026). Sehari setelah laporan tersebut, Minggu (13/9/2026), SRS mulai ditempatkan di Rutan Polsek Tarakan Barat. Selama menjalani penahanan, SRS berada dalam satu sel bersama dua tahanan laki-laki lainnya. Di dalam sel tersebut terdapat kamar mandi yang masih menjadi bagian dari ruang tahanan.

"Tiga hari setelah masuk rutan, aktivitas almarhum dalam sel seperti biasa. Kalau dari CCTV terlihat SRS masuk ke kamar mandi. Perkiraan waktunya sekitar subuh sampai pagi, antara pukul 06.00 sampai 07.00 WITA. Rekaman itu kami periksa untuk melihat aktivitasnya sebelum kejadian,” katanya.

Menurut Rusli, rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dalam pemeriksaan karena SRS kemudian ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar mandi. Polisi perlu mencocokkan waktu dalam rekaman dengan kondisi di dalam sel serta keterangan dua tahanan lainnya.

“Dua tahanan yang berada dalam sel juga kami periksa. Keterangan mereka penting untuk mengetahui kapan terakhir SRS terlihat dan apa yang terjadi sebelum dia masuk ke kamar mandi. Semua itu kami cocokkan dengan rekaman CCTV,” ucapnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
rutan tarakan tahanan