TARAKAN - Pemeriksaan urine terhadap awak kapal di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan pelayaran. Pemeriksaan yang dilakukan secara acak tersebut direncanakan tidak berhenti pada 15 awak kapal yang diperiksa kali ini.
Kepala Seksi Operasional dan Pelayanan Kepelabuhanan, Zainuddin mengatakan, kegiatan tersebut telah direncanakan dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional. Pemeriksaan menyasar awak kapal yang memiliki peran langsung dalam pelayanan transportasi laut di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
“Sasaran pemeriksaan di antaranya nahkoda speedboat, nahkoda kapal tradisional serta nahkoda kapal angkut barang yang beroperasi di wilayah Kaltara. Secara kasat mata memang ini menyangkut keselamatan. Apa pun itu, wajib kita secara acak mengadakan tes urine. Artinya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap nahkoda dalam melayani penumpang,” tukasnya, Kamis (17/9).
Zainuddin menegaskan, pemeriksaan tersebut bukan dilakukan karena adanya dugaan penyalahgunaan narkotika di kalangan awak kapal. Langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan untuk menekan potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap keselamatan pelayaran.
“Memang secara luas kita juga tidak bisa memastikan ada indikasi itu atau tidak. Tapi yang jelas, ini langkah kita untuk mengantisipasi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatan penumpang, khususnya nahkoda pembawa speedboat yang ada di Pelabuhan Tengkayu I yang akan menyeberang dan berlayar,” katanya.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan hasil yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika, penanganan selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara. Pihak pelabuhan hanya memfasilitasi pelaksanaan pemeriksaan.
“Kalau ditemukan nantinya, itu langsung kita arahkan ke BNN untuk menangani khusus seperti apa. Kita akan lihat juga nanti tingkatnya seperti apa, BNN lebih tahu. Kami hanya memfasilitasi untuk melaksanakan kegiatan ini,” jelasnya.
Meski seluruh 15 sampel yang diperiksa dinyatakan clear, Zainuddin menyebut pemeriksaan kali ini belum mencakup seluruh awak kapal di Pelabuhan Tengkayu I. Jumlah pemeriksaan masih menyesuaikan ketersediaan alat, waktu, serta aktivitas operasional kapal.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena sebagian awak kapal, terutama anak buah kapal (ABK) speedboat, harus segera menjalankan pelayanan kepada penumpang. Pemeriksaan pun dilakukan dengan sistem acak tanpa mengganggu jadwal keberangkatan.
“Sementara ini sifatnya terbatas. Ke depannya mungkin kita tingkatkan lebih banyak lagi. Kita juga melihat waktu, situasi dan kondisi yang ada. Mereka kan segera melaksanakan kegiatannya, khususnya ABK speedboat. Kita enggak bisa juga menunda keberangkatan mereka. Dalam waktu yang ada, kita acak mereka, kita panggil untuk melaksanakan tes urine. Alhamdulillah semua hasilnya clear, clear and clean-lah istilahnya,” ujarnya.
Ke depan, pemeriksaan juga disiapkan untuk diperluas. Tidak hanya berdasarkan individu awak kapal yang dipanggil secara acak, pemeriksaan dapat dilakukan terhadap kru atau ABK pada masing-masing kapal maupun speedboat yang beraktivitas di Pelabuhan Tengkayu I.
“Rencana baik kru, ABK, per kapal atau per speedboat, ke depannya siap kita periksa,” katanya.
Sasaran pemeriksaan juga berpotensi diperluas kepada mitra yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Di antaranya buruh, pihak rental, koperasi hingga pengemudi ojek.
Selain pemeriksaan urine, kesiapan kesehatan awak kapal juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kesehatan dinilai penting untuk memastikan awak memenuhi prosedur sebelum menjalankan tugas pelayaran.
“Sebenarnya yang saat ini sementara kan ABK, motoris. Bila perlu nanti mitra-mitra yang ada di sini, termasuk buruh, rental, ojek dan lain-lain sebagainya yang beraktivitas di pelabuhan ini,” tuturnya.
Menurut Zainuddin, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari prosedur yang harus dipenuhi sebelum awak menjalankan pelayaran. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan.
“Dia tidak akan berlayar sebelum prosedur itu dia penuhi. Pemeriksaan kesehatan sebenarnya seharusnya wajib dilaksanakan, cuma dalam kondisi seperti ini kita menyesuaikan juga,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT