TARAKAN – Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kondisi kapal dan cuaca. Kondisi awak yang menjalankan kapal juga menjadi perhatian, terutama bagi nahkoda dan motoris yang berhadapan langsung dengan penumpang.
Kondisi ini membuat dilakukannya pemeriksaan urine terhadap awak kapal di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Pemeriksaan dilakukan secara acak oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kaltara, Joni Effendi mengatakan, pemeriksaan dilakukan atas permintaan UPT Pelabuhan Tengkayu I dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Perhubungan Nasional 2026. Sebanyak 15 awak kapal mengikuti pemeriksaan tersebut. Dari seluruh sampel yang diperiksa, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.
“Dari UPT Pelabuhan beberapa hari yang lalu menyurati tim kita untuk melakukan deteksi dini terkait dengan kegiatan Hari Perhubungan. Jadi kita bentuk sinergi, kita bantu kegiatan ini dengan deteksi dini terhadap awak kapal. Karena keterbatasan alat kita, kita sampling 15 orang dan alhamdulillah hasilnya hari ini tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Joni, Kamis (17/9).
Menurut Joni, pemeriksaan tersebut tidak diarahkan kepada awak kapal tertentu yang dicurigai. Peserta ditentukan secara acak oleh pihak pelabuhan, kemudian BNNP Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap sampel yang telah ditentukan.
“Sampling-nya acak. Pengambilan sampling kita serahkan dari pihak pelabuhan, jadi kita tinggal terima 15 orang. Dari 15 orang yang diperiksa, semuanya clear,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan dengan pengawasan petugas KSKP serta mitra yang berada di kawasan Pelabuhan Tengkayu I. Identitas peserta juga dicocokkan dengan sampel yang diperiksa untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur. Dari sisi pelabuhan, pemeriksaan urine dipandang penting karena awak kapal memiliki tanggung jawab langsung terhadap keselamatan penumpang.
"Sasaran pemeriksaan di antaranya nahkoda speedboat, nahkoda kapal tradisional serta nahkoda kapal angkut barang yang beroperasi di wilayah Kaltara. Secara kasat mata memang ini menyangkut keselamatan. Apa pun itu, wajib kita secara acak mengadakan tes urine. Artinya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap nahkoda dalam melayani penumpang,” tukasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT