Kemarau di Tarakan Belum Berakhir, Warga Diimbau Bijak Gunakan Air

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:42 WIB
ILUSTRASI GENERATE AI
ILUSTRASI GENERATE AI

TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan mulai mengantisipasi dampak kemarau yang berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan air bersih, menyusul menurunnya debit sejumlah embung akibat rendahnya curah hujan.

Penurunan debit tersebut membuat penyaluran air kepada pelanggan di beberapa wilayah tidak lagi berlangsung seperti biasanya. Distribusi harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk melalui pola bergilir.

Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan, kondisi itu menjadi alasan masyarakat perlu ikut mengurangi pemakaian air yang tidak diperlukan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani selama musim kemarau.

“Karena pasokan air bersih dari Perumda Tirta Alam Tarakan dan embung berkurang akibat curah hujan, makanya mulai digilir. Marilah kita bersama-sama menghemat penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari,” kata Khairul di Tarakan, Selasa (15/9).

Khairul meminta penghematan dilakukan mulai dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat diharapkan menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemakaian secara berlebihan, terutama untuk aktivitas yang masih bisa ditunda.

"Kami daerah juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kemarau berlangsung lebih lama. Upaya penanganan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan air bersih, tetapi juga potensi bencana yang biasanya meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering," jelasnya.

Salah satunya adalah ancaman kebakaran. Khairul mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan. Kondisi kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

“Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar hutan, lahan maupun sampah secara sembarangan guna mencegah bencana kebakaran,” ujarnya.

"Upaya menghadapi kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan, baik dalam mengatur penggunaan air maupun menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu kebakaran," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
bijak gunakan air tarakan kemarau