Hujan Jadi Harapan Redakan Kabut Asap di Kota Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:30 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Tarakan diperkirakan mulai berangsur membaik ketika musim hujan semakin aktif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan aktivitas hujan mulai terjadi pada akhir September hingga awal Oktober.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah mulai mendapatkan hujan dalam beberapa waktu terakhir. Bulungan, Malinau, dan Nunukan menjadi beberapa daerah yang telah mengalami hujan.

"Saat ini hujan belum turun secara merata dengan intensitas yang cukup kuat. Kondisi itu membuat asap yang masuk dari wilayah lain masih berpotensi bertahan dan memengaruhi kualitas udara," ujarnya, Selasa (15/9).

“Curah hujan yang terjadi saat ini belum mampu mengendalikan asap yang datang dari luar wilayah. Kami berharap semoga intensitas hujan bisa meningkat untuk mengurangi dampak asap kiriman,” tukasnya.

Menurutnya, masyarakat masih perlu mewaspadai perubahan jarak pandang maupun kondisi kualitas udara. Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan saat kabut asap kembali menebal.

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Imbauan tersebut terutama berlaku ketika jarak pandang kembali mengalami penurunan akibat kabut asap.

“Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, sebaiknya menggunakan masker sebagai langkah perlindungan. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi asap di tengah situasi atmosfer yang masih rentan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla tarakan kabut asap hujan