TARAKAN - Kabut asap yang menyelimuti Tarakan tidak serta-merta berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kota. Kondisi atmosfer dan pola pergerakan angin membuat asap dari wilayah lain di Kalimantan dapat terbawa hingga Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, saat ini sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) masih memiliki titik panas. Asap dari wilayah tersebut kemudian bergerak mengikuti arah angin menuju wilayah utara.
“Arah angin saat ini dominan bertiup dari selatan ke utara sehingga asap dari Kalteng dan Kalsel terbawa ke wilayah Kalimantan Utara,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat kabut asap tetap dapat menyelimuti Tarakan meskipun berdasarkan pemantauan BMKG tidak ditemukan titik panas di wilayah kota. Artinya, keberadaan kabut asap di Tarakan tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran di dalam wilayah kota. Asap yang berasal dari daerah lain dapat berpindah mengikuti arah angin, kemudian masuk dan bertahan di suatu wilayah bergantung pada kondisi atmosfer.
Khilmi mengatakan, perubahan arah angin maupun kondisi cuaca dapat memengaruhi sebaran dan konsentrasi asap yang masuk ke Kaltara. Karena itu, perkembangan kondisi atmosfer dan sebaran asap di wilayah Kalimantan masih terus dipantau.
“Kami masih memantau perkembangan kondisi atmosfer dan sebaran asap di wilayah Kalimantan. Perubahan arah angin maupun kondisi cuaca dapat memengaruhi konsentrasi asap yang masuk ke Kaltara,” terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT