TARAKAN – Suara shalawat menggema dari kawasan Tugu Perumahan PNS RT 21, Kelurahan Juata Permai, Sabtu malam, 12 September 2026. Warga berdatangan bukan hanya dari lingkungan sekitar. Dari Beringin, Juata Kerikil, Karang Anyar, Selumit hingga sejumlah sekolah, masyarakat ikut meramaikan Maulid Akbar Juata Permai Bersholawat Jilid II.
Antusiasme itu bahkan sudah terlihat sejak sore. Sebanyak 25 peserta mengikuti lomba malai, membawa kreasi dari berbagai wilayah di Kota Tarakan. Kompetisi yang semula menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berubah menjadi semacam peta kecil tentang antusiasme warga kota.
Pemenangnya pun datang dari berbagai tempat. Ada peserta dari Beringin, Juata Kerikil, Karang Anyar, Selumit, hingga perwakilan SMP Negeri 9 Tarakan yang berhasil meraih posisi sebagai pemenang.
Bagi panitia, keberagaman asal peserta itu menunjukkan bahwa Juata Permai Bersholawat tidak berhenti sebagai kegiatan warga satu lingkungan.
“Saya merasa bangga dan bersyukur event ini mendapat sambutan luar biasa. Jamaah yang datang tidak hanya dari Perumahan PNS atau Kelurahan Juata Permai. Dari seluruh wilayah Kota Tarakan ikut berpartisipasi,” kata Ketua RT 21 Perumahan PNS, Kelurahan Juata Permai, selaku tuan rumah kegiatan.
2.500 Kotak Kue Habis Yang lebih mengejutkan terjadi ketika acara utama dimulai. Jamaah yang menghadiri tabligh akbar membeludak. Panitia sebelumnya menyiapkan sekitar 2.500 kotak kue konsumsi. Semuanya habis.
Bagi Ketua RT 21, angka itu bukan sekadar persoalan konsumsi. “Kami siapkan konsumsi kue kotakan sebanyak 2.500 dan semuanya habis. Ini menandakan bahwa rasa cinta masyarakat kepada Rasulullah sangat besar,” ujarnya.
Ada cerita lain di balik ribuan kotak kue tersebut. Konsumsi bukan semata-mata berasal dari satu pihak atau donatur tertentu. Kue merupakan hasil partisipasi warga Kelurahan Juata Permai dari masing-masing RT.
Dengan cara itu, Maulid menjadi urusan bersama. Warga tidak hanya datang sebagai jamaah, tetapi ikut mengambil bagian dalam menyiapkan kegiatan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung panitia: “Cinta Rasul, Membangun Juata Permai yang Lebih Baik.”
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak ditempatkan sebatas seremoni keagamaan. Panitia mencoba menjadikannya sebagai ruang bertemu masyarakat, memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian antarwarga.
Dukungan Pemerintah Kota Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Tarakan. Dalam sejumlah kesempatan terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Wali Kota Tarakan mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Ia mengajak masyarakat menjaga keharmonisan dan tidak menjadikan perbedaan agama maupun latar belakang sebagai alasan untuk saling menjauh.
“Mari kita terus menjaga kebersamaan dan keharmonisan di tengah keberagaman. Perbedaan agama maupun latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menghormati dan menghargai,” ujar Wali Kota Tarakan.
Ia juga menekankan pentingnya tiga bentuk persaudaraan: ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama umat Islam; ukhuwah wathaniyah, persaudaraan sesama anak bangsa; dan ukhuwah insaniyah, persaudaraan dengan seluruh umat manusia tanpa melihat perbedaan bangsa, ras maupun agama.
Pesan itu terasa relevan di Juata Permai malam tersebut. Sebab, jamaah yang datang tidak seluruhnya berasal dari satu lingkungan. Mereka datang dari berbagai penjuru kota, membawa latar belakang dan aktivitas yang berbeda, lalu duduk dalam ruang yang sama untuk bershalawat.
Terima Kasih kepada Para Pendukung Ketua RT 21 juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ada PRI, INTRACA, Radar Tarakan, Telkomsel, para anggota DPRD, dan seluruh pihak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” katanya.
Editor : Rahul