TARAKAN – Persiapan untuk menghidupkan kembali ajang balap roda dua di Kota Tarakan terus dilakukan. Setelah sekitar empat tahun vakum, kegiatan grasstrack dijadwalkan kembali digelar pada 19–20 September mendatang.
Ketua Bidang Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Utara (Kaltara), Djadjang Rimawanta, mengungkapkan lokasi pelaksanaan berada di samping kawasan Ratu Intan, Pantai Amal. Lahan tersebut merupakan area yang telah difasilitasi Pemerintah Kota Tarakan dan untuk sementara dimanfaatkan sebagai lokasi sirkuit grasstrack.
Djadjang mengatakan, penggunaan lahan tersebut menjadi solusi untuk pelaksanaan event dalam waktu dekat. Sebab, pembangunan sirkuit road race permanen di lokasi yang sama belum dimulai dan masih berada dalam tahap perencanaan.
“Mumpung pembangunan sirkuit road race belum dilakukan sehingga kami mengajukan penggunaan lahan tersebut untuk kegiatan grasstrack terlebih dahulu. Penggunaan lahan kami rasa sangat memungkinkan untuk menghidupkan kembali kegiatan balap roda dua di Tarakan,” ulasnya, Minggu (13/9).
Ia menjelaskan, pihaknya telah meminta izin kepada Wali Kota Tarakan untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai lokasi grasstrack. Sementara pembangunan sirkuit road race permanen direncanakan baru dimulai sekitar Oktober atau November.
“Pembangunan sirkuit road race kan belum mulai. Kemarin kami minta izin ke Pak Wali Kota untuk menggunakan lahannya sebagai event grasstrack. Karena rencana pembangunan sirkuit road race baru akan dilaksanakan sekitar bulan 10 atau 11,” jelasnya.
Meski waktu pelaksanaan semakin dekat, sejumlah bagian lintasan masih dalam tahap penyempurnaan. Terutama pada bagian rintangan yang menjadi salah satu karakter utama sirkuit grasstrack.
Panitia masih akan melakukan pengerjaan menggunakan alat berat untuk memastikan kondisi lintasan lebih siap sebelum digunakan para pembalap. Namun, dukungan alat berat tersebut untuk sementara diperoleh dari pihak swasta, bukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
“Untuk saat ini kami belum ke arah PU, kami masih meminta bantuan dan dukungan dari teman-teman swasta untuk penyewaan alat berat,” ungkapnya.
Alat berat tersebut nantinya digunakan untuk memperbaiki sejumlah bagian lintasan. Pengerjaan mencakup penataan rintangan, jumping, tabletop, serta berm atau tanggul tanah yang berada di sisi lintasan.
Penataan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan sirkuit. Selain mendukung aspek keselamatan, bentuk rintangan juga menjadi karakter tersendiri dalam perlombaan grasstrack.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia terus mengejar penyelesaian lintasan agar seluruh bagian sirkuit dapat digunakan secara optimal saat perlombaan berlangsung.
Djadjang berharap pelaksanaan grasstrack kali ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali membangkitkan kegiatan otomotif roda dua di Tarakan setelah sempat vakum selama beberapa tahun.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi awal untuk kembali menghidupkan kegiatan grasstrack di Tarakan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT