Kaltara Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Ekraf dengan Malaysia

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:59 WIB
Kepala Dispar Kaltara, Dr. Njau Anau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Dispar Kaltara, Dr. Njau Anau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Kedekatan geografis Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Malaysia menjadi peluang yang terus dijajaki pemerintah daerah untuk memperluas pasar pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, hingga kini kerja sama tersebut masih berada pada tahap penjajakan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Dr. Njau Anau mengatakan, belum lama ini pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia yang dilakukan melalui kolaborasi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).

“Kita memiliki banyak objek wisata, tapi salah satu kendala kita pada promosi yang kurang masif. Dengan kerjasama pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke Kaltara,” ujarnya, Kamis (10/9).

Melalui forum Sosek Malindo, Kaltara memiliki ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada pihak Malaysia. Promosi tidak hanya menyasar destinasi wisata, tetapi juga kebudayaan serta produk ekraf yang dimiliki masyarakat di Kaltara.

Menurut Njau, peluang tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah membuka pasar baru bagi sektor pariwisata ekraf. Terlebih, hubungan geografis dan kedekatan Kaltara dengan Malaysia dinilai dapat menjadi modal dalam membangun kerja sama lintas negara.

"Penjajakan tersebut belum menghasilkan bentuk kerja sama yang konkret. Pemerintah daerah juga belum menetapkan target waktu mengenai kapan kerja sama dengan Malaysia dapat direalisasikan.

Dikatakannya, saat ini pembahasan masih diarahkan untuk melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama, termasuk bagaimana produk ekonomi kreatif dari Kaltara dapat diperkenalkan dan memiliki akses ke pasar Malaysia.

“Secara riil ini baru kita dengan Jatim. Dengan yang lain kita juga menjajaki, termasuk dengan pihak Malaysia melalui kolaborasi OPD terkait,” jelasnya.

Dispar Kaltara berharap penjajakan melalui forum tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret. Tidak hanya promosi destinasi, tetapi juga membuka peluang pemasaran produk lokal dan memperluas jaringan pelaku ekonomi kreatif.

"Pemerintah daerah juga masih menunggu proses komunikasi dan tindak lanjut bersama OPD maupun pihak terkait sebelum menentukan bentuk kerja sama yang akan dijalankan dengan Malaysia," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
ekonomi kreatif kaltara malaysia pariwisata