TARAKAN - Penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai pelaku karena polisi masih mengumpulkan informasi dari sejumlah lokasi kebakaran.
Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas S.I.K mengatakan, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber api. Polisi belum menemukan bukti yang mengarah pada pembakaran secara sengaja.
“Untuk saat ini belum ada (indikasi sengaja). Kalau memang ada yang sengaja membakar, itu bisa saja, tetapi sampai sekarang belum ada,” kata Bonifasius, Kamis (10/9).
Menurutnya, sebagian lokasi yang terbakar merupakan lahan tidak produktif yang ditumbuhi alang-alang dan memiliki kondisi kering. Namun, kemungkinan adanya aktivitas manusia tetap menjadi perhatian.
Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan informasi mengenai dugaan pembakaran. Setiap laporan yang memiliki indikasi pidana akan ditindaklanjuti. Di lapangan, penanganan karhutla masih dilakukan tim gabungan dengan memutus jalur rambatan api dan melakukan penyiraman untuk mencegah bara kembali menimbulkan titik api.
Bonifasius mengingatkan kondisi cuaca panas dan angin dapat mempercepat penyebaran api. “Situasi makin panas, ditambah dengan angin, percikan-percikan bara ini mungkin terbang sehingga bisa mengakibatkan titik-titik baru. Itu yang kita jaga,” jelasnya.
"Kami meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab karhutla berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT