Arena Road Race di Tarakan Dibangun Bertahap, Rampung Sebelum Tahun 2029

Zakaria RT • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:08 WIB
FASILITAS : Kenampakan sirkuit road race Tarakan yang sementara dijadikan tempat latihan grasstrack. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
FASILITAS : Kenampakan sirkuit road race Tarakan yang sementara dijadikan tempat latihan grasstrack. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Rencana pembangunan kawasan olahraga otomotif di Tarakan mulai diarahkan pada pekerjaan yang lebih bertahap. Pemerintah belum menargetkan seluruh fasilitas kawasan tersebut rampung dalam satu waktu, melainkan memprioritaskan pembangunan arena road race sebagai tahap awal.

Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian mengatakan, kebutuhan terhadap lintasan khusus cukup besar seiring tingginya minat anak muda terhadap olahraga balap motor. Selama ini, aktivitas balap yang dilakukan di jalan umum dinilai menjadi persoalan yang perlu dicarikan wadah yang lebih tepat.

“Saya sebagai Gen Millenial melihat, kebutuhan terhadap arena khusus cukup besar, terutama melihat tingginya minat anak muda terhadap olahraga balap motor. Selama ini, aktivitas balap di jalan umum menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan solusi,” katanya, Kamis (10/9).

Menurut Randy, keberadaan lintasan resmi diharapkan memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki hobi balap untuk menyalurkan kegiatannya secara lebih aman dan terarah.

“Untuk tahun ini kita fokusnya ke arena road race dulu. Animo anak-anak muda untuk balap-balapan memang tinggi. Kalau sudah ada arena road race, mungkin mereka bisa punya wadah untuk menyalurkan hobi, jadi tidak di jalan lagi,” kata Randy.

Keberadaan arena tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai tempat latihan. Lintasan juga diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan otomotif di Tarakan sehingga aktivitas balap dapat berkembang menjadi kegiatan olahraga yang lebih terorganisasi.

Pembangunan arena juga direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut disiapkan agar kawasan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan tidak hanya menjadi lintasan untuk kendaraan.

“Pembangunan arena juga tidak hanya akan berisi lintasan balap. Sejumlah fasilitas pendukung telah masuk dalam perencanaan. Fasilitas tersebut nantinya disiapkan agar arena dapat digunakan secara lebih optimal dan tidak sekadar menjadi tempat kendaraan melintas,” bebernya.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan keseluruhan arena diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 19 miliar. Karena kebutuhan anggaran cukup besar, pembangunan dilakukan menggunakan skema multiyears atau tahun jamak.

Untuk tahap awal tahun ini, pekerjaan difokuskan pada clearing dan pematangan lahan dengan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. “Tahun ini kita mulai dari clearing dulu, pematangan lahan dulu. Sudah dianggarkan sekitar Rp 1,9 miliar untuk tahap awal. Nanti dilanjutkan bertahap sampai total anggarannya sekitar Rp 19 miliar,” ujarnya.

Clearing dan pematangan lahan menjadi tahapan awal sebelum pembangunan konstruksi dilanjutkan. Setelah kondisi lahan dinilai siap, pekerjaan akan masuk ke tahapan berikutnya sesuai perencanaan dan kemampuan keuangan daerah.

Dengan skema tahun jamak, pembangunan arena tidak dibebankan dalam satu tahun anggaran. Setiap tahapan akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh fasilitas yang direncanakan dapat terbangun.

Randy menyebut pembangunan ditargetkan selesai sebelum 2029. Target tersebut disesuaikan dengan masa jabatan Wali Kota Tarakan sehingga arena diharapkan sudah dapat digunakan sebelum masa jabatan tersebut berakhir.

“Pembangunan ditargetkan selesai sebelum 2029. Sesuai dengan janji Wali Kota, sebelum masa jabatan beliau habis, arena sudah bisa kita gunakan,” katanya.

Target tersebut membuat pekerjaan awal tahun ini menjadi bagian penting dari keseluruhan pembangunan. Setelah proses clearing dan pematangan lahan selesai, pembangunan fisik diharapkan dapat berlanjut sesuai tahapan sehingga target penyelesaian tidak bergeser.

Randy juga memastikan pengawasan terhadap proyek akan dilakukan sejak tahapan persiapan hingga arena nantinya digunakan. Pengawasan diperlukan mengingat pembangunan menggunakan skema tahun jamak dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp 19 miliar.

“Ini penting karena pembangunan menggunakan pola tahun jamak dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp 19 miliar. Setiap tahapan pekerjaan diharapkan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi anggaran maupun waktu pelaksanaan,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan road race olahraga