Perkuat Hubungan Perdagangan Kaltara-Jatim, Optimalisasi Jalur Logistik Jadi Hal yang Penting

Zakaria RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:39 WIB
DITEKEN : Pelaksanaan misi dagang Kaltara-Jatim mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DITEKEN : Pelaksanaan misi dagang Kaltara-Jatim mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai membidik persoalan biaya logistik sebagai bagian penting dalam penguatan perdagangan antardaerah. Jalur Tol Laut Surabaya-Tarakan-Nunukan didorong tidak hanya menjadi jalur masuk kebutuhan pokok dari Jawa Timur (Jatim), tetapi juga menjadi sarana membawa produk unggulan Kaltara ke pasar yang lebih luas. Gagasan tersebut mengemuka dalam misi dagang Kaltara-Jatim yang mencatat komitmen transaksi lebih dari Rp 2 triliun.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim, Iwan mengatakan, optimalisasi jalur logistik menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perdagangan kedua daerah.

Menurutnya, selama ini arus barang dari Surabaya menuju Kaltara cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengiriman produk Kaltara saat kapal kembali menuju Jawa.

“Penguatan kerja sama juga diarahkan pada sektor logistik. Kami berharap optimalisasi rute Tol Laut Surabaya-Tarakan-Nunukan agar kapal yang membawa kebutuhan pokok dari Surabaya dapat kembali membawa produk unggulan Kaltara, pada intinya jangam kembali dalam keadaan kosong,” terangnya.

Konsep tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Selain membuka akses pasar bagi komoditas Kaltara, pemanfaatan kapal untuk mengangkut muatan balik juga berpotensi membuat biaya distribusi lebih efisien.

Selama ini, tantangan logistik menjadi salah satu persoalan dalam pemasaran produk dari wilayah utara Kalimantan. Dengan adanya kepastian muatan dari Kaltara menuju pasar Jatim dan daerah lainnya, rantai distribusi diharapkan menjadi lebih efektif.

"Misi dagang sendiri diikuti 146 pelaku usaha. Sebelumnya, lima kali business matching secara daring telah mempertemukan 261 pelaku usaha dari Kaltara dan Jatim," ungkapnya.

Sejumlah komoditas turut masuk dalam komitmen transaksi, mulai dari peternakan, kayu bulat, hasil tembakau, perikanan, sapi, perlengkapan kapal, beras dan ayam, benih hortikultura hingga palm kernel expeller.

“Langkah tersebut diharapkan membuat arus barang lebih seimbang sekaligus menekan biaya logistik. Produk Kaltara nantinya dapat dipasarkan lebih luas melalui jalur distribusi tersebut,” terangnya.

Dengan begitu, misi dagang tidak hanya berhenti pada pencatatan nilai transaksi, tetapi diarahkan untuk membangun pola perdagangan yang berkelanjutan antara Kaltara dan Jatim. “Misi dagang ini adalah momentum strategis. Ketika Jatim dan Kaltara saling menguatkan, kita tidak hanya membangun ekonomi dua daerah, tetapi turut memperkuat ekonomi nasional,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
perdagangan kaltara logistik jatim